🔴 Breaking
Kesehatan

Pria Jepang Alami Amnesia Akibat Stres Kerja, Ingatannya Kembali Setelah Pindah Kerja

Seorang pria di Jepang mengalami amnesia yang berkepanjangan akibat tekanan pekerjaan. Ingatannya mulai pulih setelah ia resign dan mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.

Sekar Wangi

Penulis

19 October 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix)
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kieferpix)

Seorang pria di Jepang mengalami amnesia selama bertahun-tahun akibat stres yang dialaminya di tempat kerja. Dalam laporan medis yang diterbitkan oleh BMJ pada tahun 2019, ingatan pria tersebut mulai kembali setelah ia mengundurkan diri dan menemukan pekerjaan baru yang lebih baik.

Amnesia biasanya sering dikaitkan dengan cedera kepala, namun ternyata ada penyebab lain yang dapat memicu kondisi ini, seperti peristiwa traumatis atau situasi yang penuh tekanan. "Amnesia disosiatif umum ditandai dengan hilangnya seluruh memori episodik autobiografis seseorang secara tiba-tiba tanpa disertai kerusakan otak organik," demikian penjelasan dari para ahli dalam laporan tersebut.

Kasus Pria dengan Amnesia Disosiatif

Tim peneliti mencatat kasus seorang pria berusia 40 tahun yang dirawat di departemen psikiatri Rumah Sakit Universitas Hokkaido. Pria ini, yang tidak disebutkan namanya, dibesarkan di Sapporo, Hokkaido, dan dikenal sebagai sosok yang lembut serta introvert. Beberapa tahun sebelum dirawat, ia memiliki sebuah toko buku yang akhirnya bangkrut. Dalam upaya mencari pekerjaan baru, ia mengikuti sekolah pelatihan kejuruan, namun menjelang akhir pelatihan, ia belum juga mendapatkan pekerjaan.

Pada hari terakhir pelatihan, pria tersebut mengalami kehilangan memori autobiografis dan episodiknya, bahkan tidak bisa mengingat namanya sendiri. Ia ditemukan berkeliaran di jalan oleh seorang teman yang membawanya pulang ke rumah keluarganya. Di rumah sakit, hasil pemindaian menunjukkan tidak ada kerusakan otak yang signifikan, meskipun ada penurunan aliran darah di area ventral kanan lobus temporal. Tes lainnya menunjukkan bahwa pria tersebut mungkin mengalami sedikit penurunan fungsi kognitif, sementara memori kerjanya umumnya masih berfungsi.

Pemulihan Ingatan Setelah Pindah Kerja

Pria tersebut didiagnosis dengan amnesia disosiatif disertai episode depresi ringan dan menerima pengobatan. Setelah empat bulan dirawat, ia dipulangkan dari rumah sakit, namun saat itu ia masih mengalami amnesia. Karena hubungan yang buruk dengan ayahnya, ia memilih untuk tinggal di rumah bersama (group home) daripada kembali ke rumah orang tuanya.

Di tempat tinggal barunya, ia mendapatkan pekerjaan di sebuah kantor kecil dan bekerja di sana selama enam tahun sepuluh bulan, meskipun masih dalam kondisi amnesia disosiatif. Pada suatu titik, ia memutuskan untuk beralih ke pekerjaan yang lebih ringan, dengan jam kerja yang lebih sedikit. "Dua minggu setelah memulai pekerjaan baru itu, ia mengingat setiap detail kehidupannya," tulis para peneliti dalam laporan mereka.

Pria tersebut mengingat bahwa ia merasa ingin mengakhiri hidupnya ketika sekolah pelatihan kejuruan berakhir dan telah mengonsumsi obat secara berlebihan pada hari terakhir sekolah. Ia menyatakan bahwa saat terbangun, ia telah kehilangan seluruh memori autobiografis dan episodiknya. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa masalah aliran darahnya telah pulih, meskipun tidak dapat dipastikan kapan hal tersebut terjadi. Para peneliti mencatat kesulitan dalam membedakan memori asli dari memori yang dipelajari atau dibayangkan setelah amnesia muncul, namun mereka yakin bahwa amnesia pria itu telah pulih.

Artikel Terkait