Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar semua anak yang berusia 6 bulan ke atas mendapatkan vaksinasi influenza setiap tahun, mengingat adanya peningkatan kasus Influenza A. Vaksin ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu inaktif (trivalen atau kuadrivalen) dan hidup intranasal, yang diperuntukkan bagi individu sehat berusia 2 hingga 49 tahun.
Vaksin influenza dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi antara 40 hingga 60 persen, serta membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit dan kemungkinan komplikasi. "Vaksinasi influenza harus diberikan setiap tahun karena virus influenza terus mengalami evolusi melalui antigenic drift dan antigenic shift. Vaksin yang diberikan tahun ini dirancang untuk menyesuaikan dengan strain yang diperkirakan akan beredar," ungkap Prof Dr dr Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K), dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI.
Pentingnya Vaksinasi untuk Perlindungan Keluarga
Selain itu, vaksinasi pada anak juga memberikan perlindungan bagi anggota keluarga lainnya, terutama bayi di bawah 6 bulan yang belum dapat divaksinasi. Dalam hal anak terinfeksi virus influenza, IDAI menyarankan agar mereka mendapatkan cukup istirahat, hidrasi yang memadai, dan obat penurun demam sesuai dengan indikasi.
Untuk pasien yang berada dalam kategori berisiko tinggi atau menunjukkan gejala berat, pengobatan sesuai resep dokter dapat diberikan, dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan usia dan berat badan, idealnya dalam waktu 48 jam setelah gejala muncul. "Kami mengingatkan bahwa pemberian antivirus harus berdasarkan evaluasi dokter. Jangan memberikan obat tanpa resep, dan waspadai tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung reda, penurunan kesadaran, atau dehidrasi. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat," pesan Dr dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K), Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Langkah-Langkah Pencegahan Influenza
IDAI juga mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk melakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain: 1. Melakukan vaksinasi influenza tahunan untuk anak dan anggota keluarga lainnya. 2. Menerapkan protokol kesehatan secara konsisten, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. 3. Mengenali gejala influenza dan segera berkonsultasi dengan dokter jika anak menunjukkan tanda bahaya. 4. Tidak memaksa anak untuk bersekolah saat sakit; isolasi anak sampai minimal 24 jam bebas demam tanpa menggunakan obat penurun panas. 5. Mencegah dehidrasi akibat cuaca panas dengan banyak minum air putih. 6. Memperkuat surveilans genomik dan akses RT-PCR untuk identifikasi subtipe, termasuk subklad K, guna mendukung manajemen kasus dan komposisi vaksin di masa mendatang.
"Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat mengurangi dampak influenza pada anak dan keluarga. Lindungi anak, lindungi bangsa," tutup Prof Anggraini.