🔴 Breaking
Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar
Kesehatan

Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan

Kasus bayi Alena yang meninggal setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya mengungkapkan risiko serius dari pemberian makanan pada bayi di bawah enam bulan.

Eko Prasetyo

Penulis

12 October 2026
10 kali dibaca
Foto: iStock
Foto: iStock

Jakarta - Kasus bayi bernama Alena yang berusia 24 hari, yang diduga diberikan telur mentah oleh neneknya, menjadi perhatian publik di media sosial. Bayi tersebut mengalami kondisi kritis dan dirawat di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, sebelum akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Alena mengalami demam sebelum neneknya memberikan telur mentah dengan harapan untuk menurunkan suhu tubuhnya. Namun, hubungan antara pemberian telur mentah dan kematian Alena masih belum bisa dipastikan tanpa adanya hasil pemeriksaan medis yang jelas.

Pentingnya Memahami Nutrisi Bayi

Menanggapi situasi ini, dr Denta Satria Kurniawan, seorang spesialis anak, menekankan agar orang tua dan pengasuh tidak memberikan makanan atau minuman lain kepada bayi di bawah enam bulan, kecuali ASI atau susu formula sesuai indikasi medis. Ia menjelaskan bahwa bayi yang belum berusia enam bulan belum siap untuk menerima makanan seperti pisang, bubur, telur, madu, atau air putih. Pemberian makanan terlalu dini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

“Ungkapan 'anakku dikasih pisang waktu baru lahir tetap hidup' tidak bisa dijadikan patokan, karena banyak bayi yang beruntung tidak mengalami akibat serius, tetapi risikonya nyata dan tidak bisa diprediksi. Sebagian bayi bisa mengalami sakit berat atau bahkan meninggal,” ungkap dr Denta.

Risiko Pemberian Makanan Dini

Ia juga menyarankan agar orang tua berkonsultasi dengan dokter jika bayi tampak rewel atau selalu terlihat lapar. Jika bayi terlanjur diberi makanan selain ASI dan mengalami muntah berulang, diare, demam, sesak napas, sangat lemas, atau tidak mau menyusu, maka harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, Dr dr Johanes Edy Siswanto, seorang spesialis anak konsultan neonatologi, menjelaskan bahwa pemberian makanan terlalu dini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, tersedak, aspirasi, hingga infeksi. “Bayi usia di bawah 6 bulan belum siap menerima makanan selain ASI atau susu formula bayi yang sesuai jika diperlukan. Pemberian pisang, bubur, atau telur terlalu dini dapat menimbulkan gangguan pencernaan, tersedak, aspirasi, hingga infeksi,” jelasnya.

Berkenaan dengan pemberian telur mentah, dr Johanes menegaskan bahwa telur mentah atau setengah matang berisiko terkontaminasi bakteri Salmonella. Infeksi dari bakteri ini dapat menyebabkan muntah, diare, demam, hingga dehidrasi berat. Dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat berkembang menjadi sepsis, yang merupakan infeksi aliran darah yang dapat mengancam jiwa.

“Telur mentah maupun setengah matang tidak dianjurkan untuk bayi, karena berisiko mengandung bakteri Salmonella. Infeksi dapat menyebabkan muntah, diare, demam, dehidrasi berat, bahkan infeksi aliran darah (sepsis) yang mengancam nyawa, terutama pada bayi baru lahir karena sistem kekebalan tubuhnya belum matang,” paparnya.

Walaupun telur merupakan sumber protein yang baik dan dapat diperkenalkan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) ketika bayi siap, umumnya pada usia enam bulan, telur harus dimasak hingga matang, baik bagian putih maupun kuningnya.

Dr Johanes juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan pengalaman pribadi sebagai dasar untuk menilai keamanan pemberian makanan terlalu dini. “Bayi yang selamat bukan berarti praktik tersebut aman bagi semua bayi. Tidak semua tindakan berisiko langsung menimbulkan akibat buruk, tetapi ketika komplikasi terjadi, dampaknya bisa sangat serius,” tuturnya.

Ia menambahkan, bayi baru lahir yang mengalami demam, terutama dengan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih, harus segera diperiksa oleh dokter. Demam pada bayi seusia tersebut tidak boleh ditangani dengan pemberian makanan atau ramuan tradisional untuk menurunkan suhu tubuh.

Artikel Terkait