Viking Persib Club (VPC) akan memberikan dukungan moral kepada para pemain Persib U-18 untuk membantu mereka pulih dari trauma setelah insiden penyerangan bus yang terjadi di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada bus yang ditumpangi tim dan seorang ofisial mengalami luka.
Sekretaris Umum Viking Persib Club, Arlan Siddha, menegaskan bahwa tindakan penyerangan tersebut telah melampaui batas rivalitas antar suporter. "Penyerangan itu bukan lagi pada batas rivalitas ya, mereka sudah melebihi batas rivalitas," ungkap Arlan Siddha.
Dukungan Moral untuk Pemain
Dalam upaya memberikan pendampingan secara moral, Arlan menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan suporter lainnya. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku lainnya yang terlibat dalam insiden tersebut. "Artinya mereka sudah tidak eh melihat kemanusiaan sebagai basic yang dimiliki oleh suporter. Jadi menurut saya hal itu memang perlu ada penegasan ya dari pihak federasi atau kemudian dari pihak aparat keamanan," tambahnya.
Langkah yang diambil oleh VPC ini merupakan salah satu bentuk perlindungan bagi pemain muda Maung Bandung dan ofisial agar terhindar dari gangguan stres pasca trauma (PTSD). Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI, PTSD adalah gangguan mental yang muncul akibat peristiwa yang menakutkan dan membahayakan, baik yang dialami langsung maupun yang disaksikan.
Penangkapan Pelaku Penyerangan
Menanggapi insiden ini, Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, mengungkapkan bahwa kepolisian telah berhasil menangkap seorang pria berinisial BPA (33) di Jakarta Barat. "Usai menerima laporan (perusakan dan penganiayaan), polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di Jakarta. Identitasnya masih berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat," jelas Bintoro.
Dengan adanya dukungan dari VPC dan tindakan tegas dari kepolisian, diharapkan para pemain dapat segera pulih dari pengalaman traumatis yang mereka alami.