Jakarta - Penyakit ginjal kronis kerap disebut sebagai pembunuh senyap. Bagi individu yang menderita diabetes atau hipertensi, kerusakan pada organ penyaring ini sering kali terjadi tanpa adanya gejala yang mencolok. Banyak pasien yang tidak menyadari kondisi mereka karena tidak merasakan nyeri yang signifikan. Namun, kadar gula darah dan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat secara perlahan merusak saringan halus dalam ginjal.
Data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menunjukkan bahwa diabetes dan hipertensi merupakan penyebab utama gagal ginjal di seluruh dunia. Dr. Reetesh Sharma, Ketua Nefrologi dan Transplantasi Ginjal di Rumah Sakit Spesialisasi Super Yatharth, India, menegaskan bahwa "masalah ginjal bisa tanpa gejala hingga tahap akhir proses penyakit. Inilah sebabnya mengapa penting bagi siapa pun yang menderita salah satu penyakit ini untuk memantau diri mereka sendiri."
Gejala yang Sering Dianggap Sepele
Ada beberapa tanda dari tubuh yang sering kali dianggap remeh tetapi bisa menjadi alarm bahaya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
Kaki Bengkak yang Sering Dikira Efek Penuaan
Banyak orang beranggapan bahwa pembengkakan di pergelangan kaki atau kantung mata yang membesar disebabkan oleh konsumsi garam yang berlebihan, kelelahan, atau faktor penuaan. Namun, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa ginjal mulai kewalahan. Dr. Sharma menjelaskan, "ginjal yang rusak tidak seefektif dalam membuang cairan berlebih dari tubuh melalui urinasi, dan dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh." Jika Anda mulai melihat bekas yang dalam dari kaus kaki di kulit, merasa sepatu menjadi sempit, atau wajah tampak bengkak di pagi hari, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Urine Berbusa dan Frekuensi Buang Air Kecil yang Meningkat
Perubahan pada pola buang air kecil adalah cara paling jujur dari ginjal untuk menunjukkan kondisinya. Dr. Sharma menyebutkan bahwa tanda kerusakan ginjal bisa terlihat jika urine mulai berbusa, berwarna keruh, atau bahkan bercampur darah. Urine yang berbusa pekat menunjukkan adanya kebocoran protein (albumin), yang merupakan indikator bahwa saringan ginjal sudah bocor. Selain itu, jika Anda sering terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil, hal ini juga perlu diwaspadai.
Kelelahan Ekstrem yang Tidak Kunjung Hilang
Di zaman sekarang, merasa lelah sering kali dianggap sebagai hal yang wajar akibat tekanan pekerjaan. Namun, jika rasa lelah dan lesu tidak kunjung membaik meskipun sudah beristirahat, bisa jadi darah Anda sudah tercemar oleh racun. Dr. Sharma menjelaskan, "mereka yang memiliki masalah ginjal akan sering merasa lelah dan lesu, dan mungkin juga mengalami penurunan nafsu makan, mual, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja." Ketika fungsi ginjal menurun drastis, organ ini gagal menyaring limbah berbahaya dari aliran darah, sehingga tubuh merasa terus-menerus keracunan dan kehabisan energi.
Kulit Mendadak Kering dan Sangat Gatal
Kesehatan kulit ternyata sangat terkait dengan kondisi ginjal. Kulit yang tiba-tiba menjadi bersisik, sangat kering, dan menyebabkan rasa gatal yang tidak kunjung reda, meskipun sudah diolesi pelembap, bisa menjadi sinyal bahaya. Menurut Dr. Sharma, kondisi ini muncul karena ginjal yang bermasalah kehilangan kemampuan untuk mengatur keseimbangan kadar mineral dan nutrisi penting dalam darah. Bagi mereka yang menderita diabetes dan hipertensi, melakukan deteksi dini melalui tes darah untuk mengecek laju filtrasi GFR (Glomerular Filtration Rate) serta tes protein urine adalah langkah yang bijaksana sebelum kerusakan ginjal semakin parah.