🔴 Breaking
Kesehatan

Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama terhadap Kesehatan dan Risiko Kanker

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan duduk lama dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Penelitian ini menyoroti pentingnya aktivitas fisik untuk mengurangi risiko tersebut...

Bima Sakti

Penulis

05 July 2026
8 kali dibaca
Foto: Ilustrasi duduk terlalu lama saat bekerja (Getty Images/Wasana Kunpol)
Foto: Ilustrasi duduk terlalu lama saat bekerja (Getty Images/Wasana Kunpol)

Jakarta - Gaya hidup yang ditandai dengan kurangnya aktivitas fisik sering kali berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan duduk yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine pada 2 Juli 2026 ini menganalisis data dari lebih dari 91.000 peserta yang terdaftar di UK Biobank.

Setiap peserta menggunakan alat pemantau aktivitas selama tujuh hari dan diobservasi selama sekitar 12 tahun. Dalam penelitian ini, aktivitas peserta dikategorikan menjadi beberapa jenis, antara lain: duduk terlalu lama (lebih dari 30 menit tanpa interupsi, dengan 90 persen waktu dalam posisi duduk), aktivitas duduk yang terputus-putus (kurang dari 30 menit atau diselingi dengan lebih dari 10 persen waktu tidak duduk), dan berbagai tingkat aktivitas fisik lainnya.

Hubungan Antara Duduk Lama dan Risiko Kanker

Menurut Dr. Frederick Ho, penulis utama studi dari Universitas Glasgow, "Data kami menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit berturut-turut sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi." Penjelasan lebih lanjut diberikan oleh ahli hematologi-onkologi David Yashar, MD, yang menyatakan bahwa gaya hidup yang kurang aktif dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang berpotensi berkontribusi pada perkembangan kanker tertentu yang sensitif terhadap hormon, seperti kanker payudara.

Perilaku sedentari yang berkepanjangan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker. Jenis kanker yang terkait dengan kebiasaan ini meliputi: kanker kolorektal, kanker payudara, kanker hati, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker ovarium, kanker esofagus, dan kanker tiroid. Penelitian menunjukkan bahwa setiap tambahan satu jam perilaku duduk tanpa gangguan dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker sebesar 10 persen.

Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Kesehatan

Namun, ada kabar baik. Mengurangi waktu duduk dengan melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki singkat, dapat memberikan perlindungan. Para peneliti menemukan bahwa mengganti setidaknya satu jam duduk terlalu lama dengan aktivitas fisik ringan dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker hingga 12 persen. "Temuan kami menunjukkan bahwa dampak kesehatan dari perilaku kurang gerak mungkin bergantung tidak hanya pada total waktu kurang gerak, tetapi juga pada apakah waktu tersebut terakumulasi dalam periode berkepanjangan atau diselingi oleh aktivitas," tulis para peneliti dalam siaran pers.

Dengan demikian, penting untuk menyadari dampak dari gaya hidup sedentari dan berusaha untuk meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit serius seperti kanker.

Artikel Terkait