🔴 Breaking
Kesehatan

Empat Manfaat Rutin Berjalan Kaki di Pagi Hari untuk Umur Panjang

Berjalan kaki di pagi hari selama beberapa menit dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan yang mendukung umur panjang. Aktivitas sederhana ini memiliki dampak positif bagi jantung, kesehatan mental...

Raihan Fadhila

Penulis

18 July 2026
19 kali dibaca
Jalan-jalan dengan sepatu olahragaku. Foto: Getty Images/wundervisuals
Jalan-jalan dengan sepatu olahragaku. Foto: Getty Images/wundervisuals

Jakarta - Banyak orang telah mendengar berbagai saran untuk hidup sehat dan memperpanjang umur, seperti mengonsumsi sayuran lebih banyak, tidur cukup, rutin berolahraga, serta menghindari alkohol dan rokok. Namun, salah satu kebiasaan yang paling sederhana dan efektif untuk mendukung umur panjang adalah berjalan kaki beberapa menit di pagi hari. Menurut informasi dari EatingWell, berjalan kaki selama sepuluh menit setiap hari dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kebiasaan berjalan kaki di pagi hari sangat bermanfaat.

1. Menyehatkan Jantung

Berjalan kaki di pagi hari merupakan aktivitas yang mudah dilakukan dan didukung oleh banyak penelitian sebagai cara untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Aktivitas ini dapat meningkatkan denyut jantung serta membantu sistem kardiovaskular berfungsi dengan baik. Olahraga aerobik yang dilakukan secara teratur dapat memperkuat otot jantung, memperlancar sirkulasi darah, dan menjaga kelenturan pembuluh darah. Semua manfaat ini berkontribusi pada pengurangan beban kerja jantung dan menurunkan risiko gangguan jantung. Ahli jantung Bradley Serwer, M.D., menyatakan bahwa olahraga aerobik secara teratur memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung. "Olahraga aerobik secara teratur memiliki manfaat kardiovaskular yang sangat baik," ungkapnya. "Kita tahu dari banyak penelitian bahwa setidaknya 150 menit aktivitas aerobik per minggu dapat menurunkan risiko kematian secara keseluruhan sebesar 20 hingga 30%. Itu berarti lima kali jalan kaki selama 30 menit dalam seminggu," tambahnya.

2. Menurunkan Risiko Penyakit Terkait Penuaan

Berjalan kaki secara rutin dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang sering muncul seiring bertambahnya usia, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Penyakit-penyakit ini memiliki kesamaan, yaitu berkaitan dengan peradangan kronis atau respons imun yang rendah yang dapat merugikan kesehatan dalam jangka panjang. Aktivitas aerobik dengan intensitas sedang, termasuk berjalan kaki, diketahui dapat mengurangi peradangan sistemik yang menjadi salah satu alasan mengapa kebiasaan ini berhubungan dengan penurunan risiko penyakit terkait usia. "Membangun rutinitas pagi yang sehat sesederhana jalan-jalan santai di taman dapat membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, dan meningkatkan sensitivitas insulin," kata dokter spesialis penyakit dalam, Yoshua Quinones, M.D. "Perubahan ini secara signifikan menurunkan risiko tiga penyebab utama kematian, termasuk penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2," tambahnya.

3. Mendukung Kesehatan Otak dan Mental

Panjang umur tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki dapat meningkatkan aliran darah ke otak, mendukung pembentukan koneksi saraf baru, serta melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif akibat penuaan, termasuk demensia dan penyakit Alzheimer. Selain itu, berjalan kaki juga merangsang pelepasan hormon endorfin dan serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati, mengurangi kecemasan, dan meredakan gejala depresi. "Berada di luar ruangan dan terpapar sinar matahari memiliki manfaat fisik dan mental yang sangat besar, seperti mengurangi gejala depresi, menurunkan kecemasan, dan menurunkan kadar kortisol," jelas Bradley.

4. Meningkatkan Kualitas Tidur

Berjalan kaki di pagi hari di bawah sinar matahari tidak hanya memberikan asupan vitamin D, tetapi juga membantu mengatur ritme sirkadian tubuh. Hal ini membuat seseorang lebih mudah tertidur di malam hari dan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas. Kualitas tidur yang baik berperan dalam memperpanjang usia. "Gangguan ritme sirkadian dikaitkan dengan obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan bahkan beberapa jenis kanker," kata Quinones. Sebuah studi kohort prospektif berskala besar menemukan bahwa bagi orang dengan kebiasaan tidur terburuk, menambah waktu tidur sekitar lima menit, dikombinasikan dengan dua menit aktivitas fisik intensitas sedang seperti berjalan cepat dan sedikit perbaikan pola makan, dapat berpotensi menambah harapan hidup sekitar satu tahun.

Artikel Terkait