Jakarta - Setelah menjalani operasi pemasangan ring jantung, tidak serta merta pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Ada tahap penting yang disebut maintenance atau penyesuaian tubuh yang harus dijalani dengan disiplin. Reza Anindita Ramadhan, seorang penyintas serangan jantung dari Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa dokter memberinya sejumlah batasan ketat terkait pola makan dan jenis latihan fisik yang diperbolehkan selama masa pemulihan.
Batasan yang Diterapkan Pasca Operasi
"Pantangan setelah pasang ring, seperti jaga pola makan (tidak goreng, kurangi jumlah asupan karbohidrat, tidak konsumsi turunan sapi dan kopi), olahraga berlebihan atau sama seperti sebelum pasang ring (olahraga dijalani tapi bukan build muscle melainkan hanya untuk maintenance karena baru beres operasi masih harus adjustment)," ungkap Reza.
Memasuki bulan keempat pasca-operasi, Reza yang mengalami serangan jantung pada usia 38 tahun, mengaku bahwa kapasitas fisiknya masih sangat terbatas. Ketika mencoba melakukan olahraga berat atau sekadar jogging, tubuhnya langsung memberikan respons negatif dengan rasa sakit.
Proses Pemulihan yang Panjang
Proses pemulihan setelah pemasangan ring jantung memerlukan waktu yang tidak sedikit. Ring yang dipasang perlu waktu untuk menyatu dengan jaringan pembuluh darah. Jika pasien nekat melakukan latihan berat seperti push-up atau mengangkat beban lebih dari 5 kg, tekanan di dalam rongga dada dapat meningkat secara drastis, yang berisiko mengganggu stabilitas area jantung yang sedang dalam proses penyembuhan.
"Otw 4 bulan masih maintenance, durasi olahraga belum bisa panjang, seperti jalan kaki baru bisa 30 menit. Pernah nyoba jogging bulan kedua, langsung sakit di bagian jantung, begitupun dalam angkat beban berat yang dipakai belum maksimal dianjurkan di bawah 5 kg dan menghindari latihan push untuk meminimalisir kerja berlebih di bagian otot dada," tutup Reza.