🔴 Breaking
Agen FBI Terlibat Pencurian Kripto Senilai Rp 16 Miliar dan Rencanakan Pelarian Rahasia Kesehatan Fisik dan Mental di Era Modern Menurut Instruktur Yoga Alasan Penting di Balik Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS Kecerdasan Buatan Ciptakan Virus Biologis Pertama dalam Sejarah Mengapa Pengalaman Melihat Hantu Mungkin Berasal dari Gangguan Neurologis --- Tiga Artikel Populer: Freeport Telah Mengajukan Permohonan Perpanjangan Izin Operasi --- Cek Fakta Video “Prabowo-Gibran Declared Winner by Jokowi, MK & KPU”: Benarkah? Ini Fakta dan Dokumen Resminya Investasi Besar Amerika Serikat di Sektor Mineral: Mencapai Rp 53,40 Triliun Kehilangan Pekerjaan Akibat Suara yang Dikloning oleh AI --- Perhatikan Kebersihan Buah dan Sayur untuk Mencegah Kontaminasi Berbahaya --- Agen FBI Terlibat Pencurian Kripto Senilai Rp 16 Miliar dan Rencanakan Pelarian Rahasia Kesehatan Fisik dan Mental di Era Modern Menurut Instruktur Yoga Alasan Penting di Balik Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh BPS Kecerdasan Buatan Ciptakan Virus Biologis Pertama dalam Sejarah Mengapa Pengalaman Melihat Hantu Mungkin Berasal dari Gangguan Neurologis --- Tiga Artikel Populer: Freeport Telah Mengajukan Permohonan Perpanjangan Izin Operasi --- Cek Fakta Video “Prabowo-Gibran Declared Winner by Jokowi, MK & KPU”: Benarkah? Ini Fakta dan Dokumen Resminya Investasi Besar Amerika Serikat di Sektor Mineral: Mencapai Rp 53,40 Triliun Kehilangan Pekerjaan Akibat Suara yang Dikloning oleh AI --- Perhatikan Kebersihan Buah dan Sayur untuk Mencegah Kontaminasi Berbahaya ---
Kesehatan

Prediksi Kenaikan Kasus Kanker dan Penyakit Jantung di Indonesia pada 2045

Kementerian Kesehatan memproyeksikan bahwa jumlah penderita kanker dan penyakit jantung di Indonesia akan meningkat pada tahun 2045, seiring dengan bertambahnya populasi lanjut usia.

Chandra Kirana

Penulis

18 July 2026
60 kali dibaca
Ilustrasi penyakit kanker (Foto: Getty Images/ardasavasciogullari)
Ilustrasi penyakit kanker (Foto: Getty Images/ardasavasciogullari)

Jakarta - Kementerian Kesehatan memperkirakan bahwa pada tahun 2045, jumlah kasus kanker dan penyakit jantung di Indonesia akan mengalami peningkatan. Proyeksi ini didasarkan pada pertumbuhan populasi lanjut usia yang terus meningkat. Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang untuk mengidap kanker juga cenderung naik, karena penuaan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan munculnya berbagai jenis kanker.

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, dr. Yanti Herman, menyatakan bahwa prevalensi penduduk lanjut usia diperkirakan akan meningkat dari 12 persen saat ini menjadi 20 persen pada tahun 2045. "Berarti sekitar 65 juta penduduk kita di tahun 2045 itu kebanyakan usia lanjut. Bisa diprediksi nggak, penyakit-penyakit kronis salah satunya tadi osteoartrosis, terus kanker-kanker prostat yang ke usia lanjut itu pasti akan meningkat juga," ujarnya saat ditemui di Jakarta Pusat.

Peningkatan Kasus Kanker Lainnya

Dr. Yanti menambahkan bahwa jenis kanker lainnya, seperti kanker kolorektal yang bersifat kronis, juga diperkirakan akan meningkat, begitu pula dengan penyakit jantung. "Terus kanker lain (kolorektal) yang sifatnya kronis, begitu juga untuk penyakit jantung," tuturnya.

Dukungan Kemenkes untuk Teknologi Kesehatan

Menanggapi situasi ini, dr. Yanti menegaskan bahwa Kemenkes akan terus mendorong dan mendukung rumah sakit di seluruh Indonesia untuk meningkatkan teknologi alat kesehatan mereka, termasuk penggunaan teknologi robotik. "Salah satunya pakai alat kesehatan yang teknologinya, yang kita pikirkan kan banyak bedah itu ya, yang teknologinya tidak menimbulkan sakit. Kebayang nggak udah usia segitu?" jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya teknologi yang presisi dengan sayatan yang kecil, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi pasca-operasi. "Kalau ini (robotik) kan luka sayatannya kecil, kemungkinan infeksinya rendah," tutupnya.

Artikel Terkait