🔴 Breaking
Kesehatan

Apakah Kuning Telur Menyebabkan Kenaikan Kolesterol? Ini Penjelasannya

Kuning telur sering dihindari karena dianggap dapat meningkatkan kadar kolesterol. Namun, ada beberapa faktor lain yang juga berkontribusi terhadap kadar kolesterol dalam tubuh.

Sabina Almira

Penulis

19 July 2026
13 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/)

Jakarta - Kuning telur sering kali dihindari oleh banyak orang karena dianggap dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Banyak yang memilih untuk hanya mengonsumsi putih telur demi menjaga kesehatan, terutama kesehatan jantung. Meskipun kuning telur mengandung kolesterol, bukan berarti makanan ini adalah penyebab utama kolesterol tinggi. Pola makan secara keseluruhan dan konsumsi makanan yang kaya lemak jenuh lebih berpengaruh terhadap peningkatan kadar kolesterol.

Apakah Kuning Telur Meningkatkan Kolesterol?

Spesialis gizi, dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi Mars, Ms, SpGK, menjelaskan bahwa dalam kuning telur terdapat kandungan kolesterol sekitar 210 mg. Namun, dr. Cindiawaty menekankan bahwa tingginya kolesterol dalam tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar makanan. Tubuh manusia juga dapat memproduksi kolesterol secara alami.

“Selain kuning telur, sebenarnya makanan yang mengandung lemak jenuh yang lebih berbahaya, karena dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol kita,” ujarnya.

Batasan Konsumsi Telur

Dr. Hasjim H, SpJP, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, menyatakan bahwa sebaiknya tidak hanya fokus pada konsumsi telur. Ia menambahkan bahwa makanan seperti gorengan, makanan bersantan, dan daging berlemak memiliki risiko lebih tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan. “Kalau dibilang apakah tidak boleh makan telur? Saya kurang setuju. Yang salah adalah jika sudah kebanyakan makan telur, ditambah gorengan, ditambah gulai. Akhirnya, konsumsi lemak menjadi berlebihan,” ungkapnya.

Dr. Hasjim juga menyebutkan bahwa satu kuning telur per hari umumnya masih dapat memenuhi kebutuhan kolesterol harian. Sementara itu, putih telur tidak mengandung kolesterol, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan protein masing-masing individu.

Bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, dr. Cindiawaty merekomendasikan agar asupan kolesterol dari makanan dibatasi sekitar 200-300 mg per hari. Oleh karena itu, jumlah telur yang boleh dikonsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan.

Nutrisi dalam Telur

Walaupun sering dihindari karena kandungan kolesterolnya, telur merupakan salah satu makanan yang kaya akan nutrisi. Menurut Healthline, satu butir telur mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, antara lain:

  • Vitamin A: 8 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Folat: 6 persen AKG
  • Asam pantotenat (vitamin B5): 14 persen AKG
  • Vitamin B12: 23 persen AKG
  • Riboflavin (vitamin B2): 20 persen AKG
  • Fosfor: 7 persen AKG
  • Selenium: 28 persen AKG

Telur juga mengandung vitamin D, vitamin E, vitamin B6, kalsium, dan zinc dalam jumlah yang cukup. Dengan kandungan gizinya yang lengkap, telur sering dianggap sebagai salah satu makanan paling padat nutrisi.

Pemahaman tentang Kolesterol

Kolesterol, meskipun sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, sebenarnya adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Menurut Cleveland Clinic, kolesterol adalah zat berlemak yang secara alami terdapat di seluruh sel tubuh dan memiliki banyak fungsi penting. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pada pembuluh darah.

Jenis-Jenis Kolesterol

Hasil pemeriksaan profil lipid biasanya mencakup beberapa jenis kolesterol, antara lain:

  1. Kolesterol HDL (high-density lipoprotein): Dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu mengangkut kelebihan kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang, sehingga melindungi kesehatan jantung.
  2. Kolesterol LDL (low-density lipoprotein): Dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding arteri, yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

Faktor yang Mempengaruhi Kadar Kolesterol

Kadar kolesterol dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti usia, pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, jenis kelamin, dan perubahan hormon. Seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol cenderung meningkat. Pola makan yang kaya lemak jenuh dan lemak trans juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Rutin berolahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang berfungsi melindungi kesehatan jantung.

Dengan demikian, kuning telur bukanlah satu-satunya penyebab kolesterol tinggi. Meskipun mengandung kolesterol, telur tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat jika dikonsumsi dengan bijak. Penting juga untuk membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkontrol.

Artikel Terkait