🔴 Breaking
Kemenkes Ingatkan Pentingnya Penggunaan Oseltamivir Secara Bijak di Tengah Kelangkaan Stok Audit Mutu Fakultas FTIK UIN Saizu untuk Penuhi Standar Kualitas Meskipun Biaya Hobi Meningkat, Warga AS Tetap Berinvestasi dalam Hiburan Waspadai Sesak Napas Saat Membungkuk, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung UIN Saizu Siapkan Diri untuk THE Impact Rankings 2026 dengan Fokus pada Data dan Bukti SDG --- Penerbangan di Bandara Singkawang Kembali Normal Setelah Kabut Asap Menghilang --- Indonesia Siap Tinggalkan Jaringan 2G, Pembahasan Masih Awal Warga Mengeluh Gejala Influenza A yang Lebih Parah, Kemenkes Berikan Penjelasan Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta Sukses Raih Medali Emas di IMSEO 2026 --- Upaya Inggris Menghadapi Rencana Larangan Ekspor Solar oleh Trump --- Kemenkes Ingatkan Pentingnya Penggunaan Oseltamivir Secara Bijak di Tengah Kelangkaan Stok Audit Mutu Fakultas FTIK UIN Saizu untuk Penuhi Standar Kualitas Meskipun Biaya Hobi Meningkat, Warga AS Tetap Berinvestasi dalam Hiburan Waspadai Sesak Napas Saat Membungkuk, Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung UIN Saizu Siapkan Diri untuk THE Impact Rankings 2026 dengan Fokus pada Data dan Bukti SDG --- Penerbangan di Bandara Singkawang Kembali Normal Setelah Kabut Asap Menghilang --- Indonesia Siap Tinggalkan Jaringan 2G, Pembahasan Masih Awal Warga Mengeluh Gejala Influenza A yang Lebih Parah, Kemenkes Berikan Penjelasan Siswa SMPII Al Abidin Yogyakarta Sukses Raih Medali Emas di IMSEO 2026 --- Upaya Inggris Menghadapi Rencana Larangan Ekspor Solar oleh Trump ---
Kesehatan

Gejala Pneumonia yang Sering Diabaikan pada Lansia

Perubahan perilaku pada lansia sering dianggap sebagai tanda penuaan, padahal bisa jadi itu adalah gejala pneumonia yang serius. Penting bagi keluarga untuk mengenali tanda-tanda ini agar dapat segera...

Maya Soraya Larasati

Penulis

29 September 2026
10 kali dibaca
Media Roundtable Pneumonia Pneumokokus (Foto: Aura/detikHealth)
Media Roundtable Pneumonia Pneumokokus (Foto: Aura/detikHealth)

Jakarta - Ketika anggota keluarga yang berusia lanjut menunjukkan tanda-tanda kebingungan, sering kali keluarga menganggapnya sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Namun, perubahan mendadak dalam perilaku dan kesadaran pada lansia bisa menjadi indikasi adanya infeksi paru-paru yang serius, seperti pneumonia. Berbeda dengan orang yang lebih muda, gejala pneumonia pada lansia sering kali tidak terlihat jelas dan dapat mempengaruhi sistem saraf akibat penurunan kadar oksigen dalam darah.

Perubahan Perilaku dan Kesulitan Bernapas

Dalam sebuah diskusi panel mengenai kesehatan paru-paru, dr. Joyce, seorang spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa gejala infeksi paru pada lansia sering kali tidak terdeteksi oleh keluarga karena tidak selalu diawali dengan batuk. Ketika paru-paru lansia terinfeksi dan kadar oksigen menurun, reaksi tubuh bisa berupa perubahan dalam perilaku verbal, kognitif, dan cara bernapas yang memerlukan usaha lebih.

“Kalau pada lansia, kalau dia tidak perbaikan 3-4 hari apalagi ada gejala misalnya selain demam dia lebih lesu lebih banyak tidur. Kita perhatikan 15 menit sampai 20 menit diajak bicara tuh napasnya kayak agak ngos-ngosan,” ungkap dr. Joyce dalam acara Media Roundtable Pneumonia Pneumokokus di Jakarta, Kamis (24/9/2026). “Kalau sudah semakin perburukan saturasinya, mereka (lansia) tuh bisa halusinasi. Bisa kayak ngantuk atau misalnya kayak bengong ya. Istilahnya lambat atau kalau ngomongnya gak nyambung, berarti itu harus segera dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

Perbedaan Gejala pada Lansia

Penyebab utama dari gejala yang tidak biasa ini adalah perubahan fisik dan adanya riwayat penyakit penyerta (komorbid) yang dimiliki oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, fungsi otot-otot pernapasan dan silia yang berfungsi menyaring saluran napas menurun, sehingga kemampuan untuk mengeluarkan dahak menjadi berkurang.

“Nah, problem-nya para lansia itu, sudah terjadi perubahan struktur. Karena apa? Satu, memang mereka rata-rata punya komorbid, ya,” jelas dr. Joyce. Ketika bakteri atau mikroba masuk ke saluran napas bawah pada lansia yang memiliki komorbid seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat stroke, peradangan dapat terjadi dengan cepat. Penumpukan cairan atau kotoran di alveoli menghambat pertukaran oksigen, yang akhirnya membuat lansia merasa lemas, mengantuk, dan mengalami kesulitan bernapas.

Pencegahan untuk Keluarga dan Pengasuh

Mengingat gejala pneumonia pada lansia sering kali tertutupi oleh penurunan kondisi mental, keluarga dan pengasuh disarankan untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mendapati perubahan respons pada lansia. Memantau kadar oksigen secara rutin di rumah, memperhatikan pola napas saat diajak berbicara, serta membawa lansia ke fasilitas kesehatan saat mereka menunjukkan kelelahan yang luar biasa adalah langkah penting untuk mencegah kondisi yang dapat mengancam jiwa.

Artikel Terkait