Jakarta - Ketika anggota keluarga yang berusia lanjut menunjukkan tanda-tanda kebingungan, sering kali keluarga menganggapnya sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Namun, perubahan mendadak dalam perilaku dan kesadaran pada lansia bisa menjadi indikasi adanya infeksi paru-paru yang serius, seperti pneumonia. Berbeda dengan orang yang lebih muda, gejala pneumonia pada lansia sering kali tidak terlihat jelas dan dapat mempengaruhi sistem saraf akibat penurunan kadar oksigen dalam darah.
Perubahan Perilaku dan Kesulitan Bernapas
Dalam sebuah diskusi panel mengenai kesehatan paru-paru, dr. Joyce, seorang spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa gejala infeksi paru pada lansia sering kali tidak terdeteksi oleh keluarga karena tidak selalu diawali dengan batuk. Ketika paru-paru lansia terinfeksi dan kadar oksigen menurun, reaksi tubuh bisa berupa perubahan dalam perilaku verbal, kognitif, dan cara bernapas yang memerlukan usaha lebih.
“Kalau pada lansia, kalau dia tidak perbaikan 3-4 hari apalagi ada gejala misalnya selain demam dia lebih lesu lebih banyak tidur. Kita perhatikan 15 menit sampai 20 menit diajak bicara tuh napasnya kayak agak ngos-ngosan,” ungkap dr. Joyce dalam acara Media Roundtable Pneumonia Pneumokokus di Jakarta, Kamis (24/9/2026). “Kalau sudah semakin perburukan saturasinya, mereka (lansia) tuh bisa halusinasi. Bisa kayak ngantuk atau misalnya kayak bengong ya. Istilahnya lambat atau kalau ngomongnya gak nyambung, berarti itu harus segera dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Perbedaan Gejala pada Lansia
Penyebab utama dari gejala yang tidak biasa ini adalah perubahan fisik dan adanya riwayat penyakit penyerta (komorbid) yang dimiliki oleh lansia. Seiring bertambahnya usia, fungsi otot-otot pernapasan dan silia yang berfungsi menyaring saluran napas menurun, sehingga kemampuan untuk mengeluarkan dahak menjadi berkurang.
“Nah, problem-nya para lansia itu, sudah terjadi perubahan struktur. Karena apa? Satu, memang mereka rata-rata punya komorbid, ya,” jelas dr. Joyce. Ketika bakteri atau mikroba masuk ke saluran napas bawah pada lansia yang memiliki komorbid seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat stroke, peradangan dapat terjadi dengan cepat. Penumpukan cairan atau kotoran di alveoli menghambat pertukaran oksigen, yang akhirnya membuat lansia merasa lemas, mengantuk, dan mengalami kesulitan bernapas.
Pencegahan untuk Keluarga dan Pengasuh
Mengingat gejala pneumonia pada lansia sering kali tertutupi oleh penurunan kondisi mental, keluarga dan pengasuh disarankan untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mendapati perubahan respons pada lansia. Memantau kadar oksigen secara rutin di rumah, memperhatikan pola napas saat diajak berbicara, serta membawa lansia ke fasilitas kesehatan saat mereka menunjukkan kelelahan yang luar biasa adalah langkah penting untuk mencegah kondisi yang dapat mengancam jiwa.