🔴 Breaking
Ekonomi

IHSG Terjun Bebas! Investor Asing Lepas Saham Senilai Rp559,16 Miliar dalam Seminggu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan signifikan sebesar 3,09 persen, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih mencapai Rp559,16 miliar dalam periode 2...

Fehardian Rahaja

Penulis

27 September 2026
5 kali dibaca
IHSG [Suara.com/Alfian Winanto]
IHSG [Suara.com/Alfian Winanto]

IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan yang cukup drastis sebesar 3,09 persen, mencapai level 6.241,892 pada periode 21 hingga 25 September 2026. Dalam pekan perdagangan tersebut, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp559,16 miliar.

Penurunan ini menyebabkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia menyusut sebesar 3,20 persen, dengan total nilai kapitalisasi pasar kini berada di angka Rp10.905 triliun. Hal ini merupakan dampak dari koreksi yang terjadi di pasar saham.

Pergerakan Pasar Saham yang Beragam

Sepanjang pekan tersebut, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan yang beragam. Berdasarkan data mingguan yang dirangkum, sebagian besar indikator utama mengalami penyesuaian jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. IHSG tercatat turun dari level 6.441,159 pada pekan sebelumnya.

Manajemen Bursa Efek Indonesia dalam siaran pers resmi menyatakan, "Dari sisi perdagangan, aktivitas pasar saham BEI menunjukkan pergerakan yang beragam selama sepekan terakhir, pada periode 21-25 September 2026."

Penurunan Nilai Transaksi dan Frekuensi

Aksi jual bersih oleh investor asing turut berkontribusi pada penurunan IHSG. Pada hari terakhir perdagangan pekan itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp559,16 miliar. Secara keseluruhan, sejak awal tahun hingga akhir pekan ketiga September 2026, total nilai jual bersih investor asing di pasar modal Indonesia mencapai Rp77,52 triliun.

Penurunan indeks juga berdampak pada nilai kapitalisasi pasar yang menyusut menjadi Rp10.905 triliun, turun dari Rp11.266 triliun pada pekan sebelumnya. Selain itu, terdapat penyesuaian pada indikator frekuensi dan nilai transaksi di pasar reguler. Rata-rata frekuensi harian mengalami penurunan sebesar 3,95 persen menjadi 1,82 juta transaksi, sedangkan rata-rata nilai transaksi harian turun signifikan sebesar 21,32 persen menjadi Rp11,98 triliun dari Rp15,22 triliun sebelumnya.

Namun, satu-satunya indikator yang menunjukkan pertumbuhan positif adalah rata-rata volume transaksi harian, yang meningkat 2,04 persen menjadi 29,20 miliar lembar saham dari 28,61 miliar lembar saham sebelumnya.

Artikel Terkait