🔴 Breaking
Google, OpenAI, dan Anthropic Rintis Pembentukan Badan Standar Keselamatan AI Istri Mantan Perdana Menteri Malaysia Meninggal Dunia, Tinggalkan Warisan Perjuangan Kesehatan Perempuan Sebanyak 85% Calon Manajer Koperasi Merah Putih Setujui Penempatan Kerja Kekayaan Mark Zuckerberg Melonjak Melebihi Sergey Brin Berkat Agen AI Muse Perhatian untuk Ibu: Pentingnya Waktu untuk Diri Sendiri dalam Keluarga --- BRI Terima Penghargaan Women on the Move 2026, Dukung Perempuan UMKM untuk Berkembang --- Kemenkes Lakukan Uji Coba Sistem Rujukan Pasien BPJS di Bandung Prestasi Gemilang Guru SMPI Al Abidin Surakarta di Wardah Inspiring Teacher Gen 8 Perbandingan Harga Emas 24 Karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Tantangan Pertumbuhan Ekonomi 8% di Tengah Lesunya Sektor Manufaktur Google, OpenAI, dan Anthropic Rintis Pembentukan Badan Standar Keselamatan AI Istri Mantan Perdana Menteri Malaysia Meninggal Dunia, Tinggalkan Warisan Perjuangan Kesehatan Perempuan Sebanyak 85% Calon Manajer Koperasi Merah Putih Setujui Penempatan Kerja Kekayaan Mark Zuckerberg Melonjak Melebihi Sergey Brin Berkat Agen AI Muse Perhatian untuk Ibu: Pentingnya Waktu untuk Diri Sendiri dalam Keluarga --- BRI Terima Penghargaan Women on the Move 2026, Dukung Perempuan UMKM untuk Berkembang --- Kemenkes Lakukan Uji Coba Sistem Rujukan Pasien BPJS di Bandung Prestasi Gemilang Guru SMPI Al Abidin Surakarta di Wardah Inspiring Teacher Gen 8 Perbandingan Harga Emas 24 Karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Tantangan Pertumbuhan Ekonomi 8% di Tengah Lesunya Sektor Manufaktur
Kesehatan

Istri Mantan Perdana Menteri Malaysia Meninggal Dunia, Tinggalkan Warisan Perjuangan Kesehatan Perempuan

Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, telah meninggal dunia pada usia 100 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara. Kepergiannya meninggalkan duka...

Fayra Nugroho

Penulis

28 September 2026
6 kali dibaca
Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad
Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad

Malaysia berduka atas meninggalnya Siti Hasmah Mohamad Ali, istri dari mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang berpulang di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur. Ia meninggal dunia pada usia 100 tahun, setelah berjuang melawan penyakit kanker payudara. Kehilangan sosok yang setia mendampingi Mahathir sejak tahun 1956 ini sangat dirasakan oleh masyarakat, termasuk para pejabat tinggi seperti Raja Malaysia Sultan Ibrahim dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Perjuangan Melawan Kanker

Selama hidupnya, Siti Hasmah dikenal sebagai seorang pejuang kesehatan perempuan. Ia adalah seorang penyintas kanker payudara yang terdiagnosis pada usia 93 tahun. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, ia membagikan pengalaman pribadinya mengenai operasi pengangkatan benjolan payudara yang dijalaninya.

Siti Hasmah mengungkapkan bahwa benjolan kecil di payudara kirinya pertama kali terdeteksi melalui pemeriksaan mamografi dan biopsi. Menariknya, ia awalnya tidak memberitahu suaminya tentang kondisi tersebut karena tidak ingin mengganggu kesibukan Mahathir yang baru saja kembali dari perjalanan luar negeri. "Dokter menyarankan saya untuk mengangkat benjolan tersebut dalam waktu seminggu. Awalnya saya tidak mau cerita ke suami karena tidak mau mengganggu kesibukannya. Begitu hasil keluar dan dokter mengonfirmasi itu adalah tumor, baru saya beri tahu dan dia sangat terkejut," ujarnya.

Pentingnya Deteksi Dini

Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor, kondisi Siti Hasmah membaik dan ia diperbolehkan pulang keesokan harinya. "Saya adalah seorang survivor," katanya dengan bangga. Dari pengalaman tersebut, ia mengingatkan para wanita untuk tidak mengabaikan gejala sekecil apapun dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Ia menekankan bahwa kanker payudara dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.

"Jangan pernah mengira kanker payudara cuma terjadi pada orang lain dan tidak akan menimpa diri sendiri. Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, dari yang masih muda sampai yang berusia 90-an seperti saya," tegasnya. Selain itu, ia juga mengimbau agar wanita tidak merasa malu atau takut untuk melakukan pemeriksaan mamografi. "Jangan pertaruhkan nyawa Anda. Ini jenis kanker yang bisa dicegah kalau dideteksi lebih awal. Makin cepat diobati, pemulihannya juga makin cepat. Memeriksakan kesehatan adalah tanggung jawab kita selagi masih sehat," pungkasnya.

Artikel Terkait