Menjaga kesehatan otak tidak hanya terkait dengan ketajaman pikiran seiring bertambahnya usia, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Dr. Randy D'Amico, seorang ahli bedah saraf di Northwell Lenox Hill Hospital, menjelaskan bahwa tindakan yang diambil seseorang saat ini dapat berdampak pada kesehatan otaknya di masa mendatang. Meskipun faktor genetik berperan, ada banyak aspek lain yang dapat dikendalikan, termasuk kebiasaan dan gaya hidup.
"Kebiasaan yang Anda bangun sekarang merupakan investasi bagi diri Anda di masa depan," ungkap D'Amico. Ia mengidentifikasi beberapa kebiasaan yang dapat merusak kesehatan otak, antara lain:
1. Terlalu Banyak Duduk
Kekurangan aktivitas fisik dapat berdampak negatif pada kesehatan pembuluh darah, yang juga berpengaruh pada kesehatan otak. "Tidak berarti Anda harus menjadi atlet yang hebat, tetapi Anda hanya perlu bergerak," jelas D'Amico. American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit atau aktivitas berat selama 75 menit setiap minggu.
2. Menganggap Tidur Tak Penting
Kurang tidur tidak hanya menyebabkan rasa lelah di pagi hari, tetapi juga dapat merugikan otak. D'Amico menyatakan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu perhatian, daya ingat, dan suasana hati. CDC merekomendasikan agar orang dewasa tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. "Tetapi yang penting adalah tidur secara teratur," tambahnya.
3. Mengonsumsi Makanan Olahan
Pola makan yang kaya akan makanan olahan dan ultra processed food (UPF) dapat memengaruhi berat badan, kolesterol, kadar glukosa, dan tekanan darah, yang semuanya penting bagi kesehatan otak. "Bukan hanya satu jenis makanan yang buruk, tetapi pola makan secara keseluruhan," tegas D'Amico. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan kardiovaskular untuk kesehatan otak.
4. Mengabaikan Kesehatan Pembuluh Darah
Penting untuk memerhatikan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah demi menjaga kesehatan otak jangka panjang. Masalah seperti tekanan darah tinggi dan diabetes dapat merusak pembuluh darah yang mengalirkan oksigen dan nutrisi ke otak. "Proses ini dapat berkembang secara diam-diam selama bertahun-tahun sebelum Anda menyadari gejalanya," kata D'Amico.
5. Mengandalkan Zat Tertentu untuk Mengatasi Stres
Paparan tembakau dan konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak kesehatan otak. D'Amico menekankan bahwa jika seseorang mengandalkan zat tertentu untuk mengatasi stres atau kelelahan, mereka sedang membangun ketergantungan yang berbahaya. "Tujuannya seharusnya adalah mengembangkan cara untuk menghadapi kondisi tersebut tanpa bergantung pada suatu zat," ujarnya.
6. Hidup dalam Distraksi yang Terus-Menerus
Penggunaan ponsel pintar dan notifikasi yang terus-menerus dapat mengganggu fokus. "Paparan stimulasi yang terus-menerus juga dapat mengganggu tidur," kata D'Amico. Ia mengkhawatirkan dampak ini pada anak-anak dan menyadari bahwa dirinya pun mengalami hal yang sama. "Kita semua pernah terjebak dalam doomscrolling," tambahnya.
7. Membiarkan Lingkaran Sosial Menyempit
Interaksi sosial sangat penting untuk kesehatan otak. Namun, dengan lebih banyak waktu dihabiskan di depan layar, hubungan sosial bisa terabaikan. D'Amico mengingatkan bahwa isolasi sosial dapat menjadi faktor risiko untuk penurunan kognitif. "Otak Anda telah berevolusi untuk berinteraksi dengan manusia sungguhan," ujarnya.
Mengadopsi kebiasaan yang lebih sehat dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah masalah di masa depan. Dengan memperhatikan pola hidup sehari-hari, kita dapat berinvestasi dalam kesehatan otak yang lebih baik.