🔴 Breaking
Kesehatan

Keceriaan Angklung dan Kebersamaan Keluarga di Acara #TanggalMerahUntukIbu

Acara #TanggalMerahUntukIbu yang diadakan di Trans Studio Mall Bandung pada Sabtu malam lalu menghadirkan suasana meriah dengan penampilan angklung dan berbagai kegiatan untuk ibu dan anak.

Sabina Almira

Penulis

28 September 2026
4 kali dibaca
Foto: Nedzar Rabbany El Haq/detikJabar
Foto: Nedzar Rabbany El Haq/detikJabar

Bandung - Suasana Trans Studio Mall (TSM) Bandung pada Sabtu malam (26/9/2026) dipenuhi dengan alunan lagu 'Bunda' dan 'Halo-Halo Bandung' yang menggema. Menariknya, melodi tersebut tidak hanya dinyanyikan oleh para penampil di atas panggung, tetapi juga diiringi oleh puluhan pengunjung dari berbagai usia yang menggenggam angklung bambu, menggoyangkannya mengikuti arahan, dan bernyanyi bersama dengan semangat. Pemandangan ini menjadi salah satu momen puncak dari acara #TanggalMerahUntukIbu yang diadakan oleh Frisian Flag, yang berlangsung sejak pagi hingga malam di pusat perbelanjaan tersebut.

Acara ini bukan sekadar festival biasa, melainkan sebuah perayaan yang ditujukan untuk memberikan ruang bagi para ibu yang sering kali sibuk dengan urusan rumah tangga untuk merawat diri tanpa harus mengorbankan waktu bersama keluarga.

Panggung Penuh Energi dan Kreativitas Anak

Sebelum sesi interaktif angklung yang menyatukan penonton, panggung utama telah dipanaskan oleh penampilan energik anak-anak. Di siang hari, grup vokal Avi Music berhasil menghibur dengan lagu-lagu ceria, termasuk 'Bully'. Farabi Sentosa, instruktur dari grup tersebut, mengungkapkan betapa antusiasnya anak-anak saat mengetahui mereka akan tampil di depan banyak orang. "Manfaatnya adalah melatih kepercayaan diri sih. Mereka jadi lebih terbiasa punya pengalaman untuk tampil on stage menghadapi audience yang banyak. Jadi enggak ada demam panggung," jelas Farabi.

Penonton kembali bersorak ketika anak-anak dari Step Up Perform Academy tampil dengan berbagai koreografi. Eggy, pelatih tari mereka, mengungkapkan bahwa menjaga suasana hati anak-anak sebelum tampil adalah tantangan tersendiri, terutama untuk Grace, salah satu penampil yang tampil solo untuk pertama kalinya. "Untuk hari ini, event #TanggalMerahIbu ini penontonnya banyak terus di tengah-tengah banget, jadi itu challenging buat anak-anak sih, jadi center of crowd," ungkap Eggy.

Waktu Berkualitas untuk Ibu dan Anak

Sementara anak-anak bersenang-senang di panggung, para ibu juga menemukan cara untuk menikmati waktu mereka sendiri di berbagai booth yang ada. Di area "Temani Relaksasi", banyak ibu yang tampak menikmati pijat kaki yang membuat mereka merasa lebih segar. Antrean panjang juga terlihat di booth "Kilau Jemari" untuk perawatan menipedi dan analisis warna personal. Tri, seorang ibu muda asal Bandung, mengungkapkan kebahagiaannya melihat anaknya berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kreatif. "Pas anak ikutan activity-nya dia langsung senang. Momen paling berkesan pas makan roti bareng terus dikreasiin sama susu kental manisnya Frisian Flag. Ibu-ibu tuh butuh me time juga, biar jadi fresh," ujarnya.

Acara ini bahkan menarik perhatian Mutiara dan ibunya, Andriati Rustam, yang datang dari Padang, Sumatera Barat. Mereka menyewa hotel di Jakarta sebelum menuju Bandung untuk merasakan pengalaman yang berbeda. Andriati, yang berusia 73 tahun, merasakan keriuhan acara ini sebagai terapi. "Di usia manula, itu perlu acara-acara kayak gini untuk menghindarkan kepikunan," ungkapnya dengan semangat.

Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Mental Ibu

Keceriaan yang ada di acara ini menyimpan pesan psikologis yang mendalam, yang selaras dengan sesi talkshow interaktif bertema "Ibu Lebih Produktif, Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermakna". Influencer Dhatu Rembulan dan psikolog Rayna Winata menjadi pembicara dalam sesi tersebut. Dhatu mengungkapkan bahwa ia hampir lupa kapan terakhir kali memiliki waktu untuk dirinya sendiri. "Ibu-ibu tuh bukan robot. Ibu-ibu juga manusia," tegasnya.

Rayna Winata menambahkan bahwa manusia memiliki batas performa dan perlu diistirahatkan. "Aku meng-encourage para suami untuk memberikan tanggal merah ini. Minta tolong nih para suami untuk bisa hands on atau mengurus pekerjaan rumah untuk sementara waktu ya, atau menemani anak belajar. Supaya bisa para ibu comeback stronger," sarannya.

Pesan ini disambut baik oleh Kusuma Arta, seorang ayah berusia 69 tahun, yang dengan sabar mendampingi keluarganya selama acara berlangsung. Ia percaya bahwa memberikan waktu bagi istri dan anak untuk berkreasi adalah hal yang penting. Menjelang akhir acara, alunan orkestra Angklung Kita yang dipimpin oleh Ibnu Nurhalmi menutup kemeriahan malam itu. Keluarga-keluarga mulai meninggalkan area mal, membawa pulang kenangan indah dan energi baru untuk menghadapi hari esok.

Artikel Terkait