🔴 Breaking
Jejak Kecerdasan Buatan dalam Pembobolan Bank di Korea Selatan WHO Tanggapi Kematian Misterius Pekerja Laboratorium di Rusia yang Diduga Terkait Penyakit Pes Siswa ABBS Surakarta Raih Medali dalam Kejuaraan Taekwondo Berkat Latihan Rutin --- Aturan Sertifikasi Halal Mulai Berlaku, BPJPH Pastikan Tanpa Sweeping --- Ratusan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Karena Masalah Kebersihan IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa dan BNI Sekuritas Transformasi Lahan Kering di Gunungkidul Menjadi Hutan Pangan Ledakan Gas di Ruko Pakuwon City Surabaya, Lima Orang Terluka Kekerasan Terhadap Aktivis BEM UI: Tanda Bahaya bagi Demokrasi Sidang Kasus Daycare Little Aresha: Pengakuan Ketua Yayasan Mengenai Masa Lalunya Jejak Kecerdasan Buatan dalam Pembobolan Bank di Korea Selatan WHO Tanggapi Kematian Misterius Pekerja Laboratorium di Rusia yang Diduga Terkait Penyakit Pes Siswa ABBS Surakarta Raih Medali dalam Kejuaraan Taekwondo Berkat Latihan Rutin --- Aturan Sertifikasi Halal Mulai Berlaku, BPJPH Pastikan Tanpa Sweeping --- Ratusan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara Karena Masalah Kebersihan IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa dan BNI Sekuritas Transformasi Lahan Kering di Gunungkidul Menjadi Hutan Pangan Ledakan Gas di Ruko Pakuwon City Surabaya, Lima Orang Terluka Kekerasan Terhadap Aktivis BEM UI: Tanda Bahaya bagi Demokrasi Sidang Kasus Daycare Little Aresha: Pengakuan Ketua Yayasan Mengenai Masa Lalunya
Kesehatan

Kematian Pekerja Laboratorium di Rusia: Lima Fakta Penting tentang Penyakit Pes

Kematian seorang pekerja di laboratorium penelitian di Irkutsk, Rusia, menarik perhatian karena diduga terkait dengan penyakit pes. Mantan pejabat WHO mengungkapkan lima hal penting yang perlu diketah...

Fayra Nugroho

Penulis

06 October 2026
7 kali dibaca
Foto: Getty Images/Nimito
Foto: Getty Images/Nimito

Seorang pekerja perempuan di lembaga penelitian antipes di Irkutsk, Rusia, meninggal dunia, dan kejadian ini memicu perhatian luas karena diduga berkaitan dengan penyakit pes. Sekitar 200 individu yang diduga memiliki kontak dengan korban kini berada dalam pengawasan medis. Namun, penyebab pasti dari kematian pekerja tersebut masih menunggu konfirmasi resmi, di mana ia dilaporkan mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas setempat menyatakan bahwa situasi sanitasi dan epidemiologi di Irkutsk masih dalam keadaan stabil.

Perlu Data yang Lebih Jelas

Di tengah perkembangan informasi yang masih berlangsung, mantan Direktur Penyakit Menular WHO untuk Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa peristiwa ini memerlukan data dan informasi yang lebih jelas serta konfirmasi resmi. Dia juga menyoroti lima hal penting yang harus diketahui mengenai penyakit pes.

Fakta-Fakta Penyakit Pes

Penyakit pes dikenal sebagai penyebab Black Death atau Wabah Hitam yang terjadi antara tahun 1346 hingga 1353, yang mengakibatkan kematian puluhan hingga ratusan juta orang di Eropa, Asia, dan Afrika. Prof Tjandra menyebut peristiwa tersebut sebagai salah satu pengalaman kelam dalam sejarah pandemi global. Di Indonesia, wabah pes juga pernah terjadi pada awal abad ke-20, terutama di Pulau Jawa, sebagaimana yang diungkapkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dia menjelaskan bahwa menurut laman WHO yang diperbarui pada 29 September 2026, penyakit pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini merupakan zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta dapat berpindah antar manusia melalui kontak langsung dengan bagian tubuh yang terinfeksi atau melalui partikel yang terhirup. Hal ini menjadikan penyakit pes sebagai masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Di Rusia, sekitar 200 orang yang berhubungan dengan kasus tersebut kini sedang dalam pengawasan medis.

Penyakit pes memiliki beberapa bentuk, di antaranya bubonic plague yang ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, sedangkan bentuk lainnya dapat menyebar melalui sirkulasi darah atau menyebabkan septikemia. Pneumonic plague, yang menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia, juga menjadi perhatian, terutama karena pekerja laboratorium di Rusia dilaporkan mengalami pneumonia, meskipun rincian lebih lanjut mengenai manifestasinya belum dijelaskan.

Prof Tjandra juga menjelaskan bahwa penyakit pes dapat berakibat fatal. Angka kematian untuk bubonic plague berkisar antara 30% hingga 60%, sedangkan pneumonic plague sangat mematikan dan pasien dapat meninggal jika terlambat mendapatkan perawatan. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan kasus pes pada manusia di Indonesia, hal ini tidak berarti negara ini sepenuhnya bebas dari penyakit tersebut. BRIN mengidentifikasi adanya fenomena silent period, di mana penyakit tidak terdeteksi dalam waktu lama namun masih berpotensi muncul kembali.

Peneliti dari BRIN juga menemukan bakteri penyebab pes serta vektor dan reservoirnya, seperti pinjal dan tikus, di beberapa wilayah enzootik di Indonesia. Oleh karena itu, Prof Tjandra mengingatkan agar perkembangan situasi di Rusia terus dipantau dan Indonesia tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya penyakit pes.

"Kita perlu memantau dengan ketat apa yang terjadi di Rusia ini, dan kita juga harus terus berhati-hati tentang kemungkinan pes di negara kita," ujarnya.

Artikel Terkait