Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menginformasikan bahwa berdasarkan laporan tahunan yang diterima, harga medical check-up di Indonesia ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan Malaysia. "Medical check-up kita kalah harganya dengan negara tetangga, tapi dari medical check up skrining itu dilakukan. Ternyata per penyakit kita masih lebih baik, tapi MCU kita jauh lebih mahal dari negara tetangga," ungkap Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Yanti Herman, saat ditemui di Kabupaten Tangerang, pada Rabu (23/9/2026).
Perbandingan Biaya Penerbangan
Yanti menambahkan bahwa Kemenkes memiliki tantangan untuk meningkatkan fasilitas layanan kesehatan, termasuk dalam menekan biaya penerbangan dari satu daerah ke daerah lainnya. "Sekarang kan orang dari Medan ke Penang, dibandingkan Medan ke Jakarta pesawatnya mahalan Medan ke Jakarta ya," jelasnya.
Faktor Penentu Harga MCU
Berkenaan dengan medical check-up, Yanti menjelaskan bahwa perbedaan harga juga dipengaruhi oleh fasilitas yang ditawarkan kepada pasien, termasuk paket yang tersedia di rumah sakit. Hal ini juga berlaku pada pemeriksaan penunjang seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), di mana harga bervariasi tergantung pada jumlah slice (potongan) dan ketebalan. "Kadang-kadang kan pasien ngomong, di sana MRI-nya (harga) segini. Terus benar nggak ya bu sekian slice, nah itu yang kita perbaiki coba," katanya.
Dia menambahkan, "Yang kedua maksudnya pemeriksaan MRI, misalnya dapat berapa slice kamu di sini itu yang beda, yang sedikit dan yang banyak harganya beda," tutupnya.