🔴 Breaking
AI: Solusi Cerdas untuk Efisiensi Industri Kelistrikan Kepala SPPG Batang Dicopot Setelah Ratusan Warga Keracunan Makanan Pemberian Keris Bersejarah kepada Wakil Dubes RI untuk Malaysia oleh UMS --- OJK Sarankan Persiapan Pensiun Sejak Awal Karir, Termasuk Pengelolaan Dana Pensiun --- Meningkatkan Sinergi, Telkom Akses Dukung Pengembangan Infrastruktur Digital Pemerintah Berikan Insentif Pajak dan Kredit untuk Sektor Furnitur Suahasil Mengimbau BUMN Kemenkeu untuk Tidak Mengejar Keuntungan dari Suku Bunga Deposito Tinggi Jaksa Agung Lakukan Rotasi 16 Pejabat Kejaksaan, Termasuk Kajari Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat Denny Indrayana Minta Diskualifikasi Gibran, Pergantian Wapres Bisa Terjadi Awal Oktober LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Usai Pembebasan Mas Bechi AI: Solusi Cerdas untuk Efisiensi Industri Kelistrikan Kepala SPPG Batang Dicopot Setelah Ratusan Warga Keracunan Makanan Pemberian Keris Bersejarah kepada Wakil Dubes RI untuk Malaysia oleh UMS --- OJK Sarankan Persiapan Pensiun Sejak Awal Karir, Termasuk Pengelolaan Dana Pensiun --- Meningkatkan Sinergi, Telkom Akses Dukung Pengembangan Infrastruktur Digital Pemerintah Berikan Insentif Pajak dan Kredit untuk Sektor Furnitur Suahasil Mengimbau BUMN Kemenkeu untuk Tidak Mengejar Keuntungan dari Suku Bunga Deposito Tinggi Jaksa Agung Lakukan Rotasi 16 Pejabat Kejaksaan, Termasuk Kajari Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat Denny Indrayana Minta Diskualifikasi Gibran, Pergantian Wapres Bisa Terjadi Awal Oktober LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Usai Pembebasan Mas Bechi
Kesehatan

Kepala SPPG Batang Dicopot Setelah Ratusan Warga Keracunan Makanan

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang setelah ratusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami ke...

Maya Soraya Larasati

Penulis

25 September 2026
4 kali dibaca
Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami masalah kesehatan akibat mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada 23 September 2026. Hingga Kamis (24/9) pukul 03.00 WIB, tercatat 219 orang terpengaruh, dengan rincian 132 orang dirawat inap dan 87 orang dirawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan. Data ini masih terus diperbarui seiring dengan pendataan dan koordinasi di lapangan.

Tindakan Mitigasi dan Investigasi

Dalam upaya mitigasi dan untuk memastikan kehati-hatian, SPPG Batang Bawang Bawang telah dihentikan sementara dengan kategori suspend berat, dan langkah investigasi lebih lanjut akan dilakukan. BGN juga telah mencopot Kepala SPPG Batang Bawang Bawang dari jabatannya. "Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian yang dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat," ungkap Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, dalam keterangan resmi BGN pada Jumat (25/9/2026).

Pemeriksaan Awal dan Temuan

Pemeriksaan awal menunjukkan adanya beberapa ketidakpatuhan terhadap SOP, termasuk waktu pengolahan telur yang dilakukan lebih awal pada pukul 19.30 WIB sebelum dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB. Selain itu, ditemukan juga masalah kebersihan di beberapa area SPPG yang perlu diperhatikan. Temuan ini masih menjadi bagian dari proses investigasi dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kejadian tersebut.

"Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi," tegas Ketut.

BGN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, serta Tim Satgas MBG Kabupaten Batang untuk memastikan penanganan penerima manfaat dan proses investigasi dilakukan secara terpadu. BGN akan mengevaluasi hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG tersebut, termasuk tindakan sesuai ketentuan jika ditemukan pelanggaran terhadap standar keamanan pangan dan operasional.

"Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku," tambah Ketut.

Artikel Terkait