🔴 Breaking
Penerapan Batas Migrasi BPA Diharapkan Ditunda Hingga 2031 Jelajahi 10 Rute Penerbangan Terpanjang di Dunia Kenaikan Permintaan Listrik di Era Kecerdasan Buatan, Indonesia Butuh Jaringan Listrik yang Lebih Canggih BMKG: 17 Provinsi Mengalami Hari Tanpa Hujan yang Ekstrem, Yogyakarta Terlama 141 Hari Peningkatan Anggaran Kemendikdasmen 2027 Sebesar Rp28 Triliun Dampak Krisis Energi di Eropa: Konsumen Terpaksa Bayar Lebih untuk Perjalanan BGN Menghentikan Secara Permanen Operasional Empat SPPG Sesi Berbagi di UIN Saizu, Ahli Filsafat Islam Bahas Tiga Aspek Kemajuan Iran Danantara Siapkan Pembentukan BUMN di Sektor Tekstil, Kadin Daerah Siaga Menyambut Kesempatan Aksi Buruh 24 September di Jakarta: Konvoi dari Semanggi, Audiensi dengan KSP Bahas RUU Ketenagakerjaan Penerapan Batas Migrasi BPA Diharapkan Ditunda Hingga 2031 Jelajahi 10 Rute Penerbangan Terpanjang di Dunia Kenaikan Permintaan Listrik di Era Kecerdasan Buatan, Indonesia Butuh Jaringan Listrik yang Lebih Canggih BMKG: 17 Provinsi Mengalami Hari Tanpa Hujan yang Ekstrem, Yogyakarta Terlama 141 Hari Peningkatan Anggaran Kemendikdasmen 2027 Sebesar Rp28 Triliun Dampak Krisis Energi di Eropa: Konsumen Terpaksa Bayar Lebih untuk Perjalanan BGN Menghentikan Secara Permanen Operasional Empat SPPG Sesi Berbagi di UIN Saizu, Ahli Filsafat Islam Bahas Tiga Aspek Kemajuan Iran Danantara Siapkan Pembentukan BUMN di Sektor Tekstil, Kadin Daerah Siaga Menyambut Kesempatan Aksi Buruh 24 September di Jakarta: Konvoi dari Semanggi, Audiensi dengan KSP Bahas RUU Ketenagakerjaan
Kesehatan

Kerja Sama Strategis Indonesia dan China dalam Bidang Kesehatan dan Teknologi

Indonesia dan China sedang menjajaki kerja sama baru yang mencakup vaksin, produk kesehatan, dan kecerdasan buatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Aditya Surya

Penulis

24 September 2026
9 kali dibaca
Foto: BPOM RI
Foto: BPOM RI

Jakarta - Indonesia kini tidak hanya dilihat sebagai pasar besar untuk industri farmasi dan produk kesehatan, tetapi juga sebagai mitra strategis yang memiliki sistem regulasi diakui secara internasional. Hal ini terungkap dalam kunjungan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof dr Taruna Ikrar, M.Biomed, PhD, beserta delegasi ke China, di mana salah satu fokus utama adalah memperkuat kerja sama dengan National Medical Products Administration (NMPA) China.

Pertemuan ini bertujuan untuk memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) baru antara BPOM dan NMPA, yang akan memperluas kerja sama regulatori antara kedua negara. "Draft sudah selesai dan dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan," ungkap Taruna Ikrar di Beijing.

Perluasan Kerja Sama di Berbagai Sektor

Kerja sama yang direncanakan tidak hanya terbatas pada pengawasan obat, tetapi juga mencakup vaksin, produk biologis, bahan baku farmasi, obat bahan alam, kosmetik, serta pengembangan teknologi regulatori digital dan kecerdasan buatan dalam sektor kesehatan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan kesehatan Indonesia dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok farmasi global.

Taruna menambahkan bahwa salah satu agenda penting adalah mendorong investasi dan transfer teknologi dari China ke Indonesia, terutama dalam sektor vaksin dan produk biologis. "Beberapa teknologi, terutama teknologi vaksin, akan masuk ke Indonesia melalui investasi dan kerja sama industri. Yang kita dorong bukan hanya masuknya produk, tetapi juga investasi, transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia," jelasnya.

Modal Baru dalam Diplomasi Kesehatan

Hubungan Indonesia dan China di bidang kesehatan kini semakin kuat, terutama setelah BPOM memperoleh status WHO-Listed Authority (WLA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengakuan ini menegaskan bahwa BPOM telah memenuhi standar internasional dalam regulasi vaksin, yang memberikan peluang lebih besar bagi Indonesia untuk berkolaborasi dalam regulasi dan akses produk kesehatan secara global.

Taruna menyatakan, "Indonesia memiliki keunggulan dalam sistem regulasi dan tata kelola produksi karena BPOM sudah menjadi WHO-Listed Authority. Ini bukan hanya pengakuan terhadap BPOM, tetapi juga modal strategis bagi industri farmasi dan kesehatan Indonesia untuk semakin terhubung dengan ekosistem global." Dengan kekuatan regulatori yang diakui, Indonesia kini dapat berperan lebih aktif dalam kolaborasi internasional dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Selain itu, dalam rangkaian kunjungan ke China, Taruna juga berpartisipasi dalam International Biomedical Industry Innovation Conference dan forum mengenai AI + New Medical Technology. Di forum ini, ia membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan teknologi kedokteran baru, termasuk pengawasan terhadap Advanced Therapy Medicinal Products (ATMPs).

Taruna menekankan pentingnya adaptasi regulasi terhadap inovasi teknologi, "Regulator tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi. Regulasi harus mampu menjaga keselamatan masyarakat, tetapi pada saat yang sama juga harus adaptif terhadap inovasi." Kerja sama dengan universitas dan pusat penelitian terkemuka, seperti Universitas Tsinghua, diharapkan dapat memperkuat ekosistem kesehatan masa depan Indonesia.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar bagi teknologi kesehatan global, tetapi juga sedang membangun kapasitas untuk menjadi mitra dalam inovasi, investasi, produksi, serta regulasi kesehatan di tingkat internasional.

Artikel Terkait