🔴 Breaking
Kesehatan

Kualitas Udara Buruk di 10 Kota Besar Indonesia, Tangerang Selatan Peringkat Teratas

Kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia semakin memburuk, dengan Tangerang Selatan menempati posisi teratas dalam daftar polusi udara terburuk. Data menunjukkan bahwa beberapa kota mengalam...

Arjuna Mahendra

Penulis

15 June 2026
5 kali dibaca
Kualitas Udara Buruk di 10 Kota Besar Indonesia, Tangerang Selatan Peringkat Teratas
Foto: Andhika Prasetia

Jakarta - Kualitas udara di berbagai kota besar di Indonesia kembali mengalami penurunan. Menurut data dari IQ Air yang dirilis pada pukul 09:30 WIB, kawasan Tangerang Selatan dan sekitarnya berada di urutan teratas sebagai daerah dengan polusi udara paling parah. Tingkat polusi yang terukur di beberapa kota bahkan jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kawasan Serpong mencatat indeks kualitas udara (AQI) tertinggi dengan angka 191, diikuti oleh Tangerang Selatan yang mencapai AQI 190. Kedua lokasi ini masuk dalam kategori tidak sehat dan dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

Kota dengan Kualitas Udara Terburuk

AQI antara 151 hingga 200 menunjukkan peningkatan kemungkinan efek negatif pada jantung dan paru-paru di kalangan masyarakat umum, terutama bagi mereka yang sensitif. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menunda aktivitas di luar ruangan. Kota Bandung juga mencatatkan AQI 153, melampaui Jakarta yang berada di angka 122.

Berikut adalah urutan kota dengan kualitas udara terburuk berdasarkan AQI:

  1. Serpong 191
  2. Tangerang Selatan 190
  3. Bandung 153
  4. Semarang 128
  5. Surabaya 125
  6. Jakarta 122
  7. Tangerang 108
  8. Jambi 82
  9. Palembang 80
  10. Pekanbaru 62

Peningkatan Konsentrasi PM2.5

Selain tingginya indeks AQI, konsentrasi partikel halus PM2.5 di berbagai kota tersebut juga menjadi perhatian serius. PM2.5 adalah partikel mikroskopis yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan bahkan masuk ke dalam aliran darah. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat meningkatkan risiko asma, penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, hingga kematian dini.

Secara umum, konsentrasi PM2.5 di kota-kota yang terdaftar sebagai terpolusi pada pagi ini tercatat rata-rata enam kali lipat di atas batas aman tahunan yang direkomendasikan oleh WHO. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih terpapar polusi udara pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan jika berlangsung terus-menerus.

Dominasi Tangerang Selatan dalam daftar ini bukanlah hal baru. Sepanjang tahun 2025, Tangerang Selatan telah tercatat sebagai salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia berdasarkan pemantauan dari berbagai platform pemantauan kualitas udara global. Tingginya aktivitas kendaraan bermotor, kawasan industri, pembangunan yang masif, serta kondisi cuaca tertentu diduga menjadi faktor yang memperburuk kualitas udara di wilayah penyangga Jakarta tersebut.

Tak hanya Tangerang Selatan, beberapa kota di Pulau Jawa juga masih mendominasi daftar wilayah dengan polusi tertinggi akibat kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi. Namun, di tengah kondisi buruk ini, terdapat kabar baik dari Sulawesi Barat, di mana Kota Mamuju tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara paling bersih dan sehat di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kualitas udara yang baik masih dapat dipertahankan di daerah dengan tingkat urbanisasi dan aktivitas industri yang lebih rendah.

Para ahli mengingatkan masyarakat di daerah dengan kualitas udara yang buruk untuk membatasi aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, serta memantau kondisi kualitas udara secara berkala untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi.

Artikel Terkait