Jakarta - Aktivitas menunduk saat menggunakan ponsel atau menjelajahi media sosial telah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang. Posisi ini sering dipertahankan dalam waktu lama, baik saat duduk, berdiri, maupun berbaring. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko cedera pada leher, salah satunya adalah saraf kejepit.
Dokter spesialis bedah saraf, dr. M. Aulia Rahman Sp.BS-FTB, FINSS dari RS Abdi Waluyo, menjelaskan bahwa kondisi ini dapat terjadi akibat tindakan repetitif yang dilakukan dalam waktu yang lama. "Di leher kita punya ruas 5 dan 6, kenapa? Karena kita sering main HP itu kebiasaan terus menunduk. Akhirnya jadi masalah di sininya (leher belakang)," ungkap dr. Aulia saat berbincang pada Sabtu (1/8/2026).
Risiko Cedera Leher akibat Kebiasaan Menunduk
Kebiasaan menunduk saat menggunakan gadget membuat otot leher menjadi tegang dan memberikan tekanan yang lebih besar pada bantalan antar-ruas tulang belakang (diskus). "Ataupun dengan monitor laptop, itu mata kita harus sejajar. Jangan sampai monitornya lebih rendah," tambahnya. Ia menekankan bahwa saraf kejepit bukanlah masalah yang muncul dalam waktu singkat, melainkan berkaitan dengan kebiasaan yang dilakukan dalam jangka panjang.
Saran untuk Menghindari Saraf Kejepit
Untuk mencegah terjadinya saraf kejepit, dr. Aulia menyarankan agar mereka yang sering menunduk dalam pekerjaannya mengurangi aktivitas tersebut. "Harus ada penyesuaian dari (posisi) layar monitor. Layar monitor harus tinggi, kalau laptop kita kasih standing supaya pandangan matanya baik," tutupnya.