Jakarta - Apakah Anda pernah merasakan jantung berdebar dengan kencang dalam situasi tertentu? Gejala ini sering kali menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran akan kemungkinan adanya gangguan jantung, termasuk aritmia. Namun, penting untuk diketahui bahwa jantung berdebar tidak selalu menandakan adanya masalah serius pada jantung. Salah satu penyebab yang paling umum adalah gangguan kecemasan atau anxiety. Pertanyaannya, bagaimana cara membedakan antara jantung berdebar yang disebabkan oleh kecemasan dengan aritmia?
Penyebab Jantung Berdebar
Menurut dr. Simon Salim, SpPD-KKV, seorang spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, jantung berdebar tidak selalu berarti aritmia. Ia menjelaskan bahwa ada juga jenis aritmia yang tidak disertai dengan debaran. "Jadi ansietas bisa bikin berdebar tanpa aritmia, ansietas juga bisa bikin aritmia tanpa berdebar, ansietas juga bisa bikin aritmia plus berdebar," ungkap dr. Simon dalam sebuah acara.
Aritmia sendiri merupakan gangguan pada irama jantung yang disebabkan oleh masalah pada sistem kelistrikan jantung. Denyut jantung dapat menjadi terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur. Beberapa jenis aritmia mungkin tidak berbahaya, tetapi ada juga yang dapat mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah dengan baik.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Dr. Simon menegaskan bahwa tidak semua aritmia disertai dengan perasaan berdebar. "Kan berdebar itu perasaan, aritmia itu penemuan objektif dari rekam listrik jantung. Ansietas bisa bikin aritmia, ansietas bisa bikin berdebar," jelasnya. Untuk memastikan apakah debaran yang dirasakan merupakan tanda dari aritmia, pemeriksaan yang tepat diperlukan, minimal dengan menggunakan Elektrokardiogram (EKG) yang berlangsung selama 24 jam.
Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan tidak langsung panik ketika merasakan jantung berdebar, serta memahami pentingnya pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.