Jakarta - Apakah memiliki ayam petelur di rumah menjamin kualitas telur yang lebih baik? Meskipun pakan dan kesehatan ayam dapat lebih terkontrol, hal ini tidak selalu berarti kualitas telur lebih terjamin. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Ulfa Yaze, SpGK, menyatakan bahwa salah satu keuntungan dari memelihara ayam sendiri adalah pemilik dapat lebih memahami kondisi ayam, termasuk makanan dan kesehatannya.
"Kalau kita yang memelihara ayam sendiri, kita pasti sudah mikirin nutrisi untuk ayamnya, makanan ayamnya juga. Udah tahu karena mau dikonsumsi sendiri, pasti kita akan ngasih makanan yang sehat juga buat si ayam," jelas dr. Yaze dalam diskusi dengan detikcom.
Kebersihan Kandang Sangat Penting
Namun, kualitas telur tidak hanya dipengaruhi oleh pakan. Kondisi ayam dan kebersihan lingkungan tempat ayam dipelihara juga sangat penting. Ramadhan Ginanjar, seorang content creator kebun rumahan dari Cimahi yang mengelola akun Instagram @hunian.jb, memilih untuk membuat kandang yang memudahkan pengelolaan kotoran ayam. Ia menggunakan alas kandang dari tanah dan dedaunan kering, serta memanfaatkan kebiasaan ayam "menyeker" untuk mencampur kotoran dan daun secara alami.
"Alas kandang ayam saya itu langsung ke tanah kemudian ditambah dedaunan kering, tujuannya supaya kotoran ayam yang jatuh lebih cepat mengering dan menjadi pupuk sehingga tidak menimbulkan bau yang menyengat," ungkap Ganjar. Meskipun demikian, pembersihan kandang tetap harus dilakukan secara rutin.
Hal serupa juga diterapkan oleh Lili Suwali, seorang pensiunan yang memelihara 20 ekor ayam petelur di rumahnya. Ia membersihkan kandang setiap hari dan mengumpulkan kotoran ayam secara berkala untuk dijadikan pupuk kohe. "Kita harus melakukan pencegahan, seperti rutin membersihkan kandang, teratur dalam memberi pakan, minum, dan vitamin, serta kesehatan ayam petelur yang dipelihara," kata Lili.
Pentingnya Memperhatikan Kondisi Ayam
Selain kebersihan kandang, kondisi ayam juga perlu diperhatikan. Berdasarkan pengalaman para pemelihara ayam petelur, ayam yang sakit atau stres dapat menunjukkan perubahan perilaku dan produktivitas telur. Rita Andayani, seorang content creator gaya hidup berkelanjutan dari Kebun Samara di Yogyakarta, mengatakan ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan saat ayam tidak sehat.
"Kalau ayam yang sekiranya dia sakit itu dia pasti lemes, tidak nafsu makan. Terus warna jenggernya itu lebih pucat," tambah Rita, yang sudah hampir dua tahun memelihara ayam petelur. Menurutnya, kondisi telur juga bisa berubah, seperti cangkang yang menjadi lebih pucat atau tipis ketika ayam mengalami masalah kesehatan. Oleh karena itu, pemilik ayam sebaiknya tidak hanya memperhatikan telur yang dihasilkan, tetapi juga rutin mengamati kondisi ayam dan kandangnya.
Setelah telur dipanen, kualitasnya juga perlu diperhatikan sebelum dikonsumsi. Menurut dr. Ulfa Yaze, SpGK, kondisi cangkang bisa menjadi salah satu indikator saat memilih telur. "Kalau telurnya bagus itu biasanya cangkangnya bersih, warnanya cokelat, mengilap. Jadi tidak yang warnanya sudah pudar atau banyak bintik-bintik," jelas dr. Yaze. Oleh karena itu, telur yang akan dikonsumsi sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi fisiknya, terutama kebersihan dan keadaan cangkangnya.
Selain kualitas telur, penanganan setelah panen juga penting. Rita menerapkan prinsip first in first out (FIFO), di mana telur yang lebih dulu dipanen harus dikonsumsi terlebih dahulu. "Kalau misalnya yang kemarin belum habis, ya tak makan dulu yang kemarin, yang hari ini aku simpan dulu," ujarnya.
Sementara itu, dr. Yaze menyarankan agar telur disimpan dengan baik dan tidak perlu dicuci sebelum disimpan. "Kalau bisa ya disimpan, terus pas mau dimasak ya udah langsung dipecahin aja," kata dr. Yaze. Ia juga menambahkan bahwa telur yang disimpan di kulkas dapat bertahan lebih lama dibandingkan yang disimpan pada suhu ruang, dan sebaiknya ditempatkan dalam wadah tersendiri agar tidak bersentuhan dengan makanan lain.
Dengan demikian, memiliki ayam petelur sendiri dapat menjadi sumber telur bagi keluarga, namun kualitas telur yang dihasilkan harus didukung oleh kesehatan ayam, kebersihan kandang, serta cara penyimpanan yang tepat.