🔴 Breaking
Rektor UKSW Bahas Fraud dan Behavioral Accounting dalam Seminar ACFE --- Kebakaran Hutan Mengancam Fasilitas Minyak Pertamina di Riau --- Kemenkes Rujuk Siswa yang Diduga Hilang Ingatan ke RSCM Setelah Mengonsumsi MBG HMPS Ekonomi Syariah UIN Saizu Selenggarakan Seminar tentang Startup dan Inovasi Digital Pemerintah Pertimbangkan Perubahan Status SKK Migas Menjadi Badan Usaha Khusus iPhone Duo Masuk Pasar Ponsel Lipat, Namun Belum Mampu Saingi Samsung Kemenkes Pastikan Vaksin HPV Aman Setelah Investigasi Kematian Anak di Karo Rektor UIN Saizu Bahas Krisis Demografi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru Harga Emas Perhiasan 11 September 2026: Informasi Kadar Karat Terkini BGN Hapus 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima Program Makan Bergizi Gratis Rektor UKSW Bahas Fraud dan Behavioral Accounting dalam Seminar ACFE --- Kebakaran Hutan Mengancam Fasilitas Minyak Pertamina di Riau --- Kemenkes Rujuk Siswa yang Diduga Hilang Ingatan ke RSCM Setelah Mengonsumsi MBG HMPS Ekonomi Syariah UIN Saizu Selenggarakan Seminar tentang Startup dan Inovasi Digital Pemerintah Pertimbangkan Perubahan Status SKK Migas Menjadi Badan Usaha Khusus iPhone Duo Masuk Pasar Ponsel Lipat, Namun Belum Mampu Saingi Samsung Kemenkes Pastikan Vaksin HPV Aman Setelah Investigasi Kematian Anak di Karo Rektor UIN Saizu Bahas Krisis Demografi dan Strategi Penerimaan Mahasiswa Baru Harga Emas Perhiasan 11 September 2026: Informasi Kadar Karat Terkini BGN Hapus 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Kesehatan

Meningkatnya Kesadaran akan Pencegahan Bunuh Diri di Hari Global

Hari pencegahan bunuh diri sedunia yang diperingati pada 10 September mengingatkan kita akan pentingnya dukungan terhadap mereka yang berjuang dengan pikiran untuk mengakhiri hidup.

Arjuna Mahendra

Penulis

10 September 2026
11 kali dibaca
Foto: Getty Images/D-Keine
Foto: Getty Images/D-Keine

Hari pencegahan bunuh diri sedunia diperingati setiap tanggal 10 September. Berdasarkan data dari WHO, lebih dari 720 ribu individu di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat bunuh diri. Di Indonesia, angka kematian akibat bunuh diri menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat prevalensi bunuh diri di tanah air pada tahun 2023 mencapai 1,87 per 100.000 penduduk, meskipun banyak kasus yang belum tercatat dan dilaporkan.

“Di balik setiap angka, ada kehidupan, keluarga, dan orang terdekat yang terdampak,” ungkap Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan RI, dr Imran Pambudi, MPHM, dalam keterangan resminya.

Strategi untuk Mencegah Bunuh Diri

Penting untuk mengubah cara pandang, pembicaraan, dan respons terhadap isu bunuh diri. Tiga hal yang perlu diubah adalah stigma menjadi empati, menghakimi menjadi mendengarkan, dan diam menjadi membuka ruang untuk berdialog. Menurut Imran, pencegahan bunuh diri dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Sebuah percakapan bisa menjadi jembatan menuju bantuan yang diperlukan.

Cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Berani bertanya
  • Mendengarkan tanpa menghakimi
  • Tidak menghakimi
  • Menghubungkan individu dengan sumber bantuan yang tepat

“Kita tidak harus menjadi tenaga profesional untuk mulai peduli,” jelasnya.

Pentingnya Percakapan Terbuka

Psikolog Annelia Sari Sani, M.PSI., juga menekankan pentingnya mengubah narasi dari diam menjadi percakapan terbuka saat berhadapan dengan individu yang berisiko bunuh diri. Misalnya, ungkapan yang biasa digunakan seperti “Jangan bicara soal bunuh diri, nanti malah kepikiran” sebaiknya diganti dengan “Mari kita berani membicarakannya.”

Beberapa contoh perubahan narasi lainnya termasuk:

  • Dari “Dia kurang bersyukur/mencari perhatian” menjadi “Apa yang sedang kamu alami? Saya siap mendengarkan.”
  • Dari “Kalau memang mau mati, ya sudah” menjadi “Kamu tidak harus menghadapi ini sendirian.”
  • Dari “Masalahnya kan sebenarnya sepele” menjadi “Mari kita cari bantuan bersama.”

“Pencegahan bunuh diri bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Kadang, pencegahan dimulai jauh sebelum seseorang sampai ke fasilitas kesehatan, dimulai dari satu orang yang bersedia mendengarkan,” tambahnya.

Layanan Bantuan dari Kemenkes

Kementerian Kesehatan menyediakan layanan hotline untuk pencegahan bunuh diri. Layanan kesehatan mental ini tidak dikenakan biaya dan memberikan dukungan psikologis awal serta informasi bagi mereka yang mengalami tekanan, keputusasaan, atau dorongan untuk mengakhiri hidup.

Cara mengakses layanan ini adalah sebagai berikut:

  1. Melalui Panggilan Suara: Hubungi 119 ext 8 atau kunjungi www.healing119.id lalu pilih opsi call.
  2. Melalui Chat WhatsApp: Kunjungi www.healing119.id dan klik tombol WA di halaman utama.

Kesadaran akan pentingnya dukungan terhadap individu yang berisiko bunuh diri menjadi langkah awal yang krusial dalam mencegah tragedi ini.

Artikel Terkait