Di Indonesia, penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelaku bisnis menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh Amazon Web Services (AWS) bersama Strand Partners, sekitar 40 persen perusahaan di Indonesia telah mengadopsi teknologi AI, meningkat dari 25 persen pada tahun lalu. Hal ini mencerminkan bahwa semakin banyak perusahaan yang mulai memanfaatkan AI untuk mendukung kegiatan bisnis mereka.
Tantangan dalam Penerapan AI
Meskipun angka adopsi AI meningkat, banyak perusahaan yang masih belum siap untuk memaksimalkan teknologi tersebut. Menurut Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia, banyak organisasi di Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan dalam proses awal adopsi AI. "Tantangan yang ada mulai dari kesiapan strategi bisnis, pengukuran manfaat investasi (return of investment/ROI), pengembangan talenta, hingga penerapan tata kelola AI," jelasnya dalam acara AWS Summit Jakarta 2026.
Anthony menambahkan bahwa dari 40 persen perusahaan yang telah mengadopsi AI, mayoritas atau sekitar 56 persen masih berada dalam tahap awal. Di fase ini, perusahaan umumnya sedang mengeksplorasi potensi AI dan melakukan eksperimen untuk memahami manfaat serta dampaknya terhadap operasi bisnis mereka. Sekitar 18 persen perusahaan melaporkan telah menerapkan AI di beberapa fungsi bisnis, sementara 14 persen lainnya mulai memperluas penggunaan AI, dan 12 persen telah mengintegrasikan AI secara menyeluruh ke dalam proses bisnis mereka.
Dampak Positif AI terhadap Bisnis
Dengan meningkatnya adopsi AI, dampak positif terhadap bisnis mulai terlihat. Sekitar 75 persen perusahaan yang telah menggunakan AI melaporkan adanya peningkatan produktivitas, naik dari 68 persen pada tahun sebelumnya. Selain itu, 72 persen responden menyatakan bahwa AI membantu mempercepat inovasi, dan 62 persen mengakui bahwa teknologi ini berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Optimisme terhadap AI di kalangan pelaku usaha juga cukup tinggi, dengan 73 persen perusahaan memperkirakan bahwa AI akan menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis mereka dalam 12 bulan ke depan. Agar implementasi AI berhasil, perusahaan disarankan untuk belajar dari sektor-sektor yang telah lebih dahulu memanfaatkan AI, seperti startup, layanan keuangan, dan kesehatan, yang menunjukkan tingkat kesiapan lebih tinggi dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam proses bisnis mereka.
Studi ini juga mencatat adanya peningkatan dalam adopsi layanan cloud di Indonesia, dengan tingkat adopsi cloud meningkat dari 54 persen menjadi 62 persen. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan infrastruktur cloud sebagai dasar untuk transformasi digital.
Studi "Unlocking Indonesia's AI Potential 2026" ini dilakukan melalui survei terhadap 1.000 responden yang terdiri dari pengambil keputusan bisnis dan TI dari berbagai ukuran perusahaan di Indonesia, dan dapat diunduh untuk informasi lebih lanjut.