🔴 Breaking
Ekonomi

Pentingnya Identitas Indonesia dalam Branding Kopi Ekspor

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menekankan perlunya pencantuman identitas Indonesia pada produk kopi ekspor, yang saat ini lebih dikenal dengan nama daerah asalnya.

Fehardian Rahaja

Penulis

27 September 2026
5 kali dibaca
Pedagang memasukkan kopi ke dalam kemasan untuk pembeli di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta Selatan. [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang memasukkan kopi ke dalam kemasan untuk pembeli di Dunia Kopi, Pasar Santa, Jakarta Selatan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mengungkapkan perhatian terhadap minimnya identitas Indonesia yang tercantum pada produk kopi yang diekspor, saat acara di Jakarta pada Sabtu (26/9/2026). Pemerintah mencatat bahwa kopi unggulan Indonesia di pasar internasional sering kali hanya menggunakan nama daerah asal, tanpa menyertakan label nasional yang jelas.

Produk kopi Indonesia telah dikenal di berbagai belahan dunia dengan nama-nama yang merujuk pada daerah asal, seperti Java, Kalimantan, dan Sumatra. Namun, Dyah Roro Esti menyoroti bahwa identitas Indonesia belum sepenuhnya muncul dalam branding produk kopi yang dipasarkan ke luar negeri. Dalam diskusi mengenai pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan promosi produk Indonesia, ia menekankan pentingnya memperkuat identitas tersebut.

Strategi Memperkuat Identitas Produk

Dyah Roro Esti menyatakan bahwa kopi merupakan salah satu produk ekspor unggulan Indonesia. Ia mencatat, “Kalau saya keliling ke beberapa negara, salah satu ekspor unggulan kita kan kopi. Nah, kopi itu biasanya kalau kopi dari Indonesia tertulisnya kopi Java, terus Kalimantan, terus Sumatera. Jarang sekali ketika kopi itu kemudian ada tulisan 'Indonesia' di dalamnya.” Menurutnya, hal ini menjadi tantangan untuk memperkuat identitas produk Indonesia di pasar global.

Pemerintah perlu merumuskan strategi agar produk dari berbagai daerah tetap dapat membawa identitas Indonesia. Roro menambahkan bahwa penguatan identitas dapat dilakukan melalui storytelling, yaitu kemampuan untuk menceritakan asal-usul dan keunggulan suatu produk kepada konsumen di seluruh dunia. “Nah, ini kan hal-hal atau langkah-langkah tertentu yang harus kita tempuh sebetulnya. Untuk bagaimana caranya ketika masyarakat dunia itu melihat kopi dari beberapa provinsi itu, mereka langsung berpikir tentang Indonesia,” ujarnya.

Pemanfaatan Teknologi dalam Diplomasi Perdagangan

Ia juga menekankan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam memperkuat storytelling tersebut. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga sebagai alat untuk memperkenalkan cerita di balik produk Indonesia. “Maka teknologi ini, kembali lagi, kita harus manfaatkan untuk menceritakan esensi dari sebuah produk,” ungkap Roro.

Lebih lanjut, Dyah Roro Esti menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dalam promosi produk juga dapat menjadi bagian dari diplomasi perdagangan. Produk yang dipasarkan ke luar negeri dapat membawa pesan mengenai identitas dan keunggulan Indonesia. “Jadi di dalamnya adalah teknologi menjadi sebuah alat (tool) untuk menceritakan sesuatu, menceritakan tentang produknya. Ini bisa menjadi bagian dari diplomasi sebetulnya. Bagaimana kita bisa sekaligus menceritakan bahwa ini adalah produk kebanggaan Indonesia,” pungkasnya.

Artikel Terkait