🔴 Breaking
Kesehatan

Pentingnya Memeriksa Kesehatan Ayam di Rumah

Memelihara ayam di rumah dapat memberikan kebahagiaan, namun penting untuk memastikan bahwa ayam tersebut benar-benar sehat dan bebas dari penyakit.

Fayra Nugroho

Penulis

04 October 2026
4 kali dibaca
Foto: Getty Images/iStockphoto/comzeal
Foto: Getty Images/iStockphoto/comzeal

Jakarta - Memelihara ayam di rumah memang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Terlebih lagi, ketika ayam menunjukkan aktivitas yang baik, nafsu makan yang tinggi, serta bulu yang bersih dan tidak tampak sakit. Namun, apakah kondisi tersebut menjamin bahwa ayam benar-benar bebas dari penyakit?

Ayam Sehat Belum Tentu Bebas Penyakit

Kondisi fisik ayam yang tampak normal memang dapat menjadi indikasi bahwa unggas tersebut dalam keadaan baik. Namun, penampilan luar saja tidak selalu cukup untuk memastikan bahwa ayam tidak terinfeksi penyakit tertentu. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, terutama bagi mereka yang memelihara ayam di lingkungan rumah dan berinteraksi langsung dengan unggas setiap hari.

Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom, seorang pakar biologi molekular dan Guru Besar di Universitas Airlangga (UNAIR), menegaskan bahwa ayam yang terlihat sehat belum tentu bebas dari penyakit. "Akhir-akhir ini sering dijumpai kondisi tersebut, ayam yang terlihat sehat ternyata sudah terinfeksi virus tertentu," ujarnya.

Beberapa penyakit dapat menunjukkan gejala yang bervariasi pada unggas yang terinfeksi, seperti perubahan perilaku, penurunan nafsu makan, gangguan pernapasan, hingga kematian mendadak. Oleh karena itu, pemilik ayam sebaiknya tidak hanya mengandalkan pengamatan visual untuk menentukan kesehatan ayam, tetapi juga perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencegah penyebaran penyakit, baik antar ayam maupun kepada manusia.

Tanda-Tanda Ayam Sakit yang Perlu Diwaspadai

Meskipun ayam yang terlihat sehat tidak selalu berarti bebas dari penyakit, pemilik tetap harus mengenali perubahan yang mungkin terjadi pada unggas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi perubahan nafsu makan dan minum, ayam yang terlihat lemas atau lebih banyak diam, perubahan pada kotoran, gangguan pernapasan, penurunan produksi telur, hingga perubahan pada kondisi fisik ayam.

Rita Andayani, seorang content creator yang mengelola akun Instagram @kebun_samara dan telah memelihara ayam petelur di rumah selama hampir dua tahun, menjelaskan, "Kalau ayam yang sekiranya dia sakit itu dia pasti lemas, tidak nafsu makan. Terus warna jenggernya itu lebih pucat." Tanda-tanda seperti ini sering muncul ketika kesehatan ayam menurun.

Waspada Terhadap Flu Burung

Salah satu penyakit yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan unggas adalah Avian Influenza atau flu burung. Prof Nidom juga menjelaskan bahwa gejala yang dialami ayam saat terinfeksi flu burung H5N1 adalah gangguan pernapasan. "Gejala flu burung terlihat kesulitan pernapasan. Karena sifatnya ganas, disertai dengan kematian ayam yang tinggi, melalui otopsi akan terlihat pendarahan mulai dari hidung hingga paru," jelasnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat menjelaskan bahwa strain virus Avian Influenza terbagi menjadi dua kategori, yaitu Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) yang dapat menyebabkan kematian pada unggas dan Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) yang dapat menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda sama sekali. Dengan demikian, tidak adanya gejala yang jelas bukanlah satu-satunya indikator untuk memastikan bahwa unggas bebas dari virus tertentu.

Untuk memastikan kesehatan unggas, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan hewan dan pengujian laboratorium mungkin diperlukan sesuai dengan kondisi dan dugaan penyakit. Ayam yang terlihat sehat memang merupakan pertanda baik, namun untuk memastikan bahwa ayam benar-benar bebas dari penyakit, diperlukan perhatian lebih dari pemilik yang secara rutin mengamati kesehatan ayam setiap hari.

Artikel Terkait