🔴 Breaking
Kembalinya Changpeng Zhao sebagai Penguasa Dunia Kripto Setelah Terpuruk Kanker Kolorektal Menyerang Generasi Muda, Kenali 4 Gejala yang Sering Dianggap Sepele Pandangan Terbatas, Delapan Penerbangan di Palembang Dihentikan Sementara Suasana Hangat #TanggalMerahUntukIbu di Jogja Melalui Lantunan Lagu Evaluasi Layanan Pendidikan Melalui Akreditasi di SMPII Al Abidin Klaten Mendag Menegaskan Pentingnya Menjaga Ketahanan Pangan di G20 Penyalahgunaan Obat Pencahar: Bahaya di Balik Kebiasaan Buang Air Besar Berlebihan Kolaborasi Unwahas dan CvSU Filipina Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Visual Melalui COIL 2026 Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 oleh Kemnaker, Simak Jadwalnya Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp8,3 Juta, Bersumber dari APBN Kembalinya Changpeng Zhao sebagai Penguasa Dunia Kripto Setelah Terpuruk Kanker Kolorektal Menyerang Generasi Muda, Kenali 4 Gejala yang Sering Dianggap Sepele Pandangan Terbatas, Delapan Penerbangan di Palembang Dihentikan Sementara Suasana Hangat #TanggalMerahUntukIbu di Jogja Melalui Lantunan Lagu Evaluasi Layanan Pendidikan Melalui Akreditasi di SMPII Al Abidin Klaten Mendag Menegaskan Pentingnya Menjaga Ketahanan Pangan di G20 Penyalahgunaan Obat Pencahar: Bahaya di Balik Kebiasaan Buang Air Besar Berlebihan Kolaborasi Unwahas dan CvSU Filipina Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Visual Melalui COIL 2026 Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 oleh Kemnaker, Simak Jadwalnya Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp8,3 Juta, Bersumber dari APBN
Kesehatan

Penyalahgunaan Obat Pencahar: Bahaya Tersembunyi untuk Kesehatan Usus

Sebuah video kolonoskopi yang viral menunjukkan perbedaan mencolok antara usus besar normal dan yang mengalami penyalahgunaan obat pencahar, memicu diskusi di media sosial mengenai risiko kesehatan.

Aditya Surya

Penulis

03 October 2026
10 kali dibaca
Efek laxative abuse? Foto: Viral 'X' @docakx
Efek laxative abuse? Foto: Viral 'X' @docakx

Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan hasil pemeriksaan kolonoskopi mendadak menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial X. Video tersebut diunggah oleh seorang dokter asal India, Dr. AK, yang menggunakan nama pengguna @docakx. Dalam video itu, terlihat perbedaan mencolok antara usus besar yang sehat dan usus pasien yang mengalami penyalahgunaan obat pencahar.

Pada pasien yang terpapar penyalahgunaan obat pencahar, dinding usus besar menunjukkan pola corak jaring berwarna kehitaman yang menyerupai kulit harimau. Fenomena ini menjadi sorotan publik, terutama di kalangan pengguna produk teh pelangsing, teh detoks, dan suplemen yang diklaim dapat memperlancar buang air besar (BAB) untuk menurunkan berat badan.

Bahaya Penyalahgunaan Obat Pencahar untuk Menurunkan Berat Badan

Konsultan gastroenterohepatologi di Mayapada Hospital, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, FINASIM, memberikan penjelasan mengenai kondisi yang menjadi viral tersebut. Menurut dr. Aru, keadaan yang dialami pasien dalam video tersebut disebabkan oleh penyalahgunaan obat pencahar, yaitu penggunaan yang tidak rasional. Banyak orang yang mengonsumsi obat pencahar secara mandiri tanpa pengawasan medis dengan harapan untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

“Jadi, itu adalah suatu kondisi di mana orang itu butuh banget dengan pencahar. Jadi, ketergantungan akan suatu obat-obatan untuk membantu buang air besar supaya bisa normal. Jadi, penggunaan obat-obat pencahar yang tidak sesuai aturan medis yang jelas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa upaya menurunkan berat badan dengan cara memicu BAB secara berlebihan berisiko bagi kesehatan usus.

Penyebab Corak Hitam pada Dinding Usus

Corak kehitaman yang menyerupai kulit harimau pada usus besar bukanlah fenomena mistis, melainkan merupakan reaksi kimia dari jenis obat pencahar tertentu. Dr. Aru menjelaskan bahwa obat pencahar golongan antrakuinona, yang sering ditemukan dalam tanaman herbal, dapat menjadi pemicu kondisi tersebut.

“Jadi, itu adalah obat pencahar yang golongannya namanya jenisnya anthraquinone. Jadi anthraquinone itu biasanya jenis-jenisnya adalah seperti dia mengandung Senna. Senna itu sejenis tanaman, ada Senna atau mengandung aloe vera atau lidah buaya, atau mengandung Cascara,” terangnya.

Apakah obat pencahar tersebut harus dihindari? Tentu saja tidak, yang terpenting adalah penggunaannya harus terkontrol dan sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan profesional kesehatan agar tidak mengalami efek samping yang merugikan.

Artikel Terkait