Jakarta - Gejala seperti sering buang air kecil, aliran urine yang lemah, serta perasaan tidak tuntas saat berkemih, bahkan kencing berdarah, sering dianggap sebagai masalah prostat yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, keluhan-keluhan ini bisa terkait dengan berbagai kondisi medis, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Kanker prostat pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas dan dapat berkembang tanpa disadari.
Dokter urologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Stevano LH Sipahutar, SpU, FICRS, menjelaskan bahwa evaluasi prostat dapat dimulai dengan pemeriksaan USG prostat dan pengukuran Prostate-Specific Antigen (PSA), yang disesuaikan dengan kondisi dan faktor risiko pasien.
Pentingnya Pemeriksaan Dini
"PSA merupakan salah satu pemeriksaan untuk melihat ada atau tidaknya kemungkinan penyakit pada prostat. Jika terdapat kecurigaan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti multiparametric MRI (mpMRI) prostat untuk melihat area yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, kemudian biopsi robotik dengan menggabungkan hasil MRI dan robot untuk menegakkan apakah terdapat kanker atau tidak," ujar dr Stevano dalam keterangan tertulis.
Jika kanker terdeteksi, pemeriksaan tersebut juga dapat membantu dalam mengetahui karakteristik kanker yang ada. Setelah diagnosis kanker prostat, pilihan terapi akan ditentukan berdasarkan tingkat risiko, sejauh mana kanker telah berkembang, serta kondisi kesehatan pasien. Untuk kanker yang masih terbatas di prostat, prosedur radical prostatectomy atau pengangkatan prostat dapat menjadi pilihan bagi pasien yang memenuhi kriteria.
Teknologi Robotik dalam Operasi
Prosedur ini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery. Sementara untuk kondisi lain, dokter mungkin mempertimbangkan opsi seperti monitoring aktif, terapi hormonal, atau radioterapi. "Pilihan terapi tidak selalu sama pada setiap pasien. Dokter perlu mempertimbangkan karakteristik kanker dan kondisi pasien secara menyeluruh sebelum menentukan penanganan yang paling sesuai," tambah dr Stevano.
Apabila operasi pengangkatan prostat dipilih, pengendalian kanker tetap menjadi prioritas utama. Pada pasien yang menjalani Robotic-Assisted Radical Prostatectomy (RARP), pendekatan minimal invasif dengan beberapa sayatan kecil, berukuran sekitar diameter jari tangan, dapat membantu dokter melakukan tindakan pada area panggul yang sempit dan kompleks.
"Teknologi ini berperan sebagai alat bantu bagi dokter bedah untuk melakukan tindakan dengan lebih presisi. Dalam operasi kanker prostat, visualisasi 3D yang diperbesar dan instrumen berukuran kecil dengan pergerakan yang lebih terkontrol membantu dokter melihat area operasi dengan lebih jelas dan melakukan tindakan secara lebih terarah, sekaligus mengurangi risiko cedera pada organ di sekitar prostat dan meminimalkan risiko perdarahan," jelas dr Stevano.
Selain memastikan diagnosis, dokter juga perlu mengetahui sejauh mana kanker telah berkembang untuk menentukan penanganan yang tepat. Dalam kondisi tertentu, PET-CT Scan dengan penanda PSMA dapat membantu mengonfirmasi lokasi kanker, termasuk kemungkinan penyebarannya ke kelenjar getah bening, tulang, dan paru-paru. Setelah terapi, pemeriksaan PSA tetap diperlukan untuk memantau hasil terapi dan mendukung pemulihan pasien.
Setiap tahap penanganan memiliki peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan perawatan yang sesuai, mulai dari diagnosis hingga pemantauan setelah terapi. Deteksi dan penanganan yang tepat membantu dokter menentukan pilihan terapi yang sesuai. Untuk mendukung upaya tersebut, Tahir Uro-Nephrology Center di Mayapada Hospital menyediakan layanan komprehensif untuk berbagai gangguan sistem ginjal dan saluran kemih, termasuk kanker prostat, dengan dukungan tim multidisiplin mulai dari deteksi dini dan diagnosis hingga penanganan.
Selain itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan akan segera menghadirkan da Vinci Xi Robotic-Assisted Surgery sebagai teknologi yang membantu dokter melakukan tindakan bedah secara lebih presisi dan terarah sesuai kebutuhan pasien. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, pantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).