🔴 Breaking
Kesehatan

Peringatan BMKG Terkait Penyebaran Abu Vulkanik di Indonesia

BMKG menginformasikan mengenai sebaran debu vulkanik dari Gunung Lewotolo dan Gunung Semeru, serta memberikan peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Bima Sakti

Penulis

21 September 2026
16 kali dibaca
Ilustrasi debu vulkanik (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Ilustrasi debu vulkanik (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi sebaran debu vulkanik dari Gunung Lewotolo dan Gunung Semeru melalui analisis citra satelit RGB Himawari-9 pada tanggal 20 September 2026 pukul 19.00 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa debu vulkanik dari Gunung Lewotolo bergerak ke arah barat, mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, hingga perairan Laut Banda. Sementara itu, sebaran debu vulkanik dari Gunung Semeru terpantau bergerak ke arah timur, meliputi sebagian wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pada waktu yang sama, BMKG melaporkan bahwa debu vulkanik dari Gunung Ibu dan Gunung Dukono tidak terdeteksi dalam analisis citra satelit. Namun, BMKG menekankan bahwa hasil sebaran debu vulkanik ini belum dapat dipastikan sepenuhnya karena adanya penutupan awan di wilayah gunung api tersebut. BMKG juga mengingatkan bahwa ketidakidentifikasian debu vulkanik dalam analisis satelit tidak berarti bahwa debu vulkanik tidak ada. Oleh karena itu, hasil pemantauan satelit harus dipahami dalam konteks kondisi pengamatan saat itu.

Prakiraan Cuaca di Sekitar Gunung Api

BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk empat gunung api, yaitu Gunung Dukono, Gunung Ibu, Gunung Lewotolo, dan Gunung Semeru, untuk periode 20-21 September 2026. Di Gunung Dukono, cuaca pada tanggal 20 September 2026 pukul 19.00-01.00 WIB diperkirakan berawan tebal, dengan angin bertiup dari barat daya pada kecepatan 5 km per jam. Memasuki tanggal 21 September 2026 pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca masih berawan tebal dengan angin dari selatan 6 km per jam. Pada pukul 07.00-13.00 WIB, cuaca diperkirakan berawan dengan angin dari selatan 3 km per jam, dan kembali berawan tebal pada pukul 13.00-19.00 WIB dengan angin dari timur laut 3 km per jam.

Gunung Ibu juga diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal pada 20 September pukul 19.00-01.00 WIB, dengan angin dari timur 6 km per jam. Pada 21 September pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca masih berawan tebal dengan angin dari timur 4 km per jam. Memasuki pukul 07.00-13.00 WIB, cuaca diperkirakan berawan dengan angin dari barat 14 km per jam, dan pada pukul 13.00-19.00 WIB, kondisi kembali berawan tebal dengan angin dari selatan 10 km per jam.

Gunung Lewotolo diperkirakan berawan tebal pada 20 September pukul 19.00-01.00 WIB, dengan angin bergerak dari tenggara 7 km per jam. Pada 21 September pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca masih berawan tebal dengan angin dari tenggara 5 km per jam. Pada pukul 07.00-13.00 WIB, cuaca di Gunung Lewotolo diperkirakan cerah berawan, dengan angin dari utara 15 km per jam, dan kondisi cerah berawan ini akan berlanjut hingga pukul 13.00-19.00 WIB dengan angin dari timur 8 km per jam.

Untuk Gunung Semeru, BMKG memprediksi kondisi berasap pada 20 September pukul 19.00-01.00 WIB, dengan angin dari timur laut 3 km per jam. Pada 21 September pukul 01.00-07.00 WIB, cuaca diperkirakan cerah berawan dengan angin dari tenggara 1 km per jam.

Peringatan Kesehatan dari BMKG

Di tengah potensi penyebaran abu vulkanik, BMKG mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan oleh paparan debu vulkanik, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, batuk, serta gangguan pernapasan, dan dapat memperburuk kondisi kesehatan bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan.

Artikel Terkait