PT Pertamina (Persero) meraih penghargaan Best Digital and Social Media Campaign dalam International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awarding Night 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Le Meridien Hotel, Jakarta Pusat, pada Jumat, 18 September 2026. Pengakuan itu diberikan atas kampanye komunikasi digital dan media sosial Pertamina dalam menyampaikan informasi mengenai peran perusahaan kepada masyarakat. Kampanye tersebut menggunakan pendekatan humanis dengan mengangkat situasi yang dihadapi masyarakat, termasuk ketika terjadi bencana alam. Melalui kanal digital, Pertamina menyampaikan informasi mengenai upaya perusahaan dalam menjaga ketersediaan energi sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
IABC Soroti Pentingnya Komunikasi yang Humanis
Ketua Panitia IABC Indonesia Awards 2026 Jeane Niode Sindy mengatakan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat aspek kepercayaan dan dampak nyata semakin penting dalam praktik komunikasi. “Teknologi dapat membantu akselerasi proses, namun integritas, empati, dan human touch tetap menjadi penentu utama reputasi sebuah institusi,” ungkap Jeane. Menurut Jeane, IABC Indonesia Awards tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan. Ajang tersebut juga menjadi bentuk pengakuan terhadap praktik komunikasi yang dinilai inovatif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Pertamina Angkat Respons Bencana dalam Kampanye Digital
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya komunikasi terintegrasi yang dilakukan perusahaan, terutama dalam penanganan bencana. Ia mengatakan penghargaan itu sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Pertamina untuk meningkatkan kualitas program komunikasinya. “Apresiasi ini tentunya sekaligus sebagai evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program komunikasi ke depannya. Kami ingin pesan dan kampanye komunikasi yang dijalankan semakin memberikan dampak positif yang nyata, sejalan dengan tujuan Pertamina untuk terus menggerakkan Indonesia melalui semangat ‘Energizing Indonesia’,” jelas Baron.
Salah satu materi utama dalam kampanye tersebut menyoroti respons Pertamina ketika terjadi bencana alam. Melalui berbagai kanal digital, perusahaan menyampaikan informasi mengenai upaya menjaga ketahanan dan pasokan energi di wilayah terdampak. Informasi yang disampaikan juga mencakup penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Kampanye tersebut berangkat dari kondisi di lapangan ketika bencana dapat mengganggu distribusi energi, akses transportasi, hingga fasilitas umum.
Energi Dibutuhkan untuk Mendukung Penanganan Bencana
Baron menjelaskan bahwa ketersediaan energi menjadi bagian penting dalam fase tanggap darurat. BBM dan LPG, misalnya, dibutuhkan untuk mendukung operasional alat berat, transportasi relawan dan proses evakuasi, hingga pembangkit daya darurat. “Tema utama yang kami angkat adalah bagaimana Pertamina menyambungkan kembali pasokan dan harapan yang terputus di kala bencana. Sebagai BUMN energi, peran Pertamina sangat krusial pada fase tanggap darurat untuk memastikan energi seperti BBM dan LPG tetap menyokong operasional alat berat untuk membuka akses yang terputus, sumber bahan bakar untuk moda transportasi yang menunjang mobilisasi relawan dan evakuasi korban, hingga untuk memenuhi sumber pembangkit daya darurat yang sangat dibutuhkan, seperti di fasilitas kesehatan, penampungan sementara, dan dapur umum,” ujar Baron.
Menurut Baron, kebutuhan energi dan logistik dasar juga menjadi bagian penting ketika masyarakat kehilangan akses dan membutuhkan tempat perlindungan. “Ketika akses terputus dan masyarakat membutuhkan tempat berlindung akibat bencana, kebutuhan energi serta pasokan logistik dasar menjadi hal utama agar aktivitas penyelamatan dan pelayanan pengungsi dapat berjalan lancar. Melalui kampanye media sosial, kami berupaya mengoptimalkan peran tersebut dengan berbagai cara agar dapat menjangkau masyarakat di daerah terdampak bencana secara lebih luas dan memperkuat rasa saling peduli di tengah situasi darurat.”