🔴 Breaking
Bulog Siapkan Program Beras Satu Harga Menyusul Pertamina --- Bulog Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Menggunakan Beras Subsidi --- XLSmart Rencanakan Integrasi Frekuensi Baru untuk Jaringan 5G dan 4G Nenek Berusia 105 Tahun Ungkap Rahasia Umur Panjang yang Sederhana SMP Islam Al Abidin Solo Sukses Raih Juara Umum di COMED 2026 Purbaya Yudhi Sadewa Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Kuartal II 2026 Pria 18 Tahun Raih Gelar Profesor Termuda di Dunia Prabowo Minta Aparat Ikut Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Penanaman Ratusan Juta Pohon demi Masa Depan Hijau Guru SDII Al Abidin Solo Terbitkan Artikel Ilmiah di Jurnal Pendidikan Rata-Rata Turis Asing Menghabiskan 10 Malam di Indonesia dengan Pengeluaran Rp 23 Juta Bulog Siapkan Program Beras Satu Harga Menyusul Pertamina --- Bulog Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tidak Menggunakan Beras Subsidi --- XLSmart Rencanakan Integrasi Frekuensi Baru untuk Jaringan 5G dan 4G Nenek Berusia 105 Tahun Ungkap Rahasia Umur Panjang yang Sederhana SMP Islam Al Abidin Solo Sukses Raih Juara Umum di COMED 2026 Purbaya Yudhi Sadewa Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Kuartal II 2026 Pria 18 Tahun Raih Gelar Profesor Termuda di Dunia Prabowo Minta Aparat Ikut Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Penanaman Ratusan Juta Pohon demi Masa Depan Hijau Guru SDII Al Abidin Solo Terbitkan Artikel Ilmiah di Jurnal Pendidikan Rata-Rata Turis Asing Menghabiskan 10 Malam di Indonesia dengan Pengeluaran Rp 23 Juta
Kesehatan

--- Pilot Malaysia Airlines Ditangkap Karena Narkoba Saat Terbang ke Jakarta ---

--- Seorang pilot dari Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena diduga menyelundupkan narkoba dan terbang dalam kondisi terpengaruh zat terlarang. ---

Maya Soraya Larasati

Penulis

03 August 2026
10 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
---TITLEEXCERPT--- Seorang pilot dari Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena diduga menyelundupkan narkoba dan terbang dalam kondisi terpengaruh zat terlarang. ---CONTENT---

Jakarta - Mohd Saufi bin Othman, seorang pilot berusia 39 tahun dari maskapai Malaysia Airlines, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dengan tuduhan menyelundupkan narkoba jenis ekstasi seberat 26 kg. Selain itu, pilot tersebut juga diduga menerbangkan pesawat dalam keadaan terpengaruh narkoba.

Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan, "Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai (narkoba)." Hasil tes urine yang dilakukan menunjukkan bahwa pilot tersebut positif menggunakan sabu, ineks, dan kokain.

Menanggapi insiden ini, pihak Malaysia Airlines menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum yang berlaku.

Risiko Menggunakan Sabu

Sabu, atau metamfetamin, merupakan narkotika yang sangat berbahaya dan dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, serta kehidupan sosial penggunanya. Menurut informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), penggunaan sabu dapat merusak sistem saraf pusat, termasuk sel-sel otak yang berkaitan dengan dopamin, neurotransmitter yang berperan dalam mengatur suasana hati, motivasi, dan kesenangan.

Penggunaan sabu juga dapat menurunkan fungsi kardiovaskular, yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, berpotensi menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Selain itu, pengguna sabu sering mengalami kerusakan gigi dan mulut, serta masalah nafsu makan yang dapat menyebabkan malnutrisi dan penurunan berat badan.

Secara psikologis, sabu dapat memicu psikosis, termasuk halusinasi, delusi, dan paranoia, yang sering kali membuat pengguna merasa terancam, sehingga dapat memicu perilaku agresif.

Dampak Penggunaan Kokain

Kokain, yang merupakan obat stimulan sangat adiktif, juga memiliki risiko yang signifikan. Ketika seseorang mengonsumsi kokain, tekanan darah dan detak jantung akan meningkat. Penggunaan kokain dapat menyebabkan overdosis yang mengancam jiwa, serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan infeksi HIV/AIDS.

Gangguan penggunaan kokain dapat merusak hubungan pribadi dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya yang ditimbulkan oleh kedua jenis narkoba ini, terutama dalam konteks profesi yang memerlukan konsentrasi dan tanggung jawab tinggi seperti penerbangan.

Artikel Terkait