Jakarta - Mohd Saufi bin Othman, seorang pilot berusia 39 tahun dari maskapai Malaysia Airlines, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dengan tuduhan menyelundupkan narkoba jenis ekstasi seberat 26 kg. Selain itu, pilot tersebut juga diduga menerbangkan pesawat dalam keadaan terpengaruh narkoba.
Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan, "Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai (narkoba)." Hasil tes urine yang dilakukan menunjukkan bahwa pilot tersebut positif menggunakan sabu, ineks, dan kokain.
Menanggapi insiden ini, pihak Malaysia Airlines menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum yang berlaku.
Risiko Menggunakan Sabu
Sabu, atau metamfetamin, merupakan narkotika yang sangat berbahaya dan dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, serta kehidupan sosial penggunanya. Menurut informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), penggunaan sabu dapat merusak sistem saraf pusat, termasuk sel-sel otak yang berkaitan dengan dopamin, neurotransmitter yang berperan dalam mengatur suasana hati, motivasi, dan kesenangan.
Penggunaan sabu juga dapat menurunkan fungsi kardiovaskular, yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, berpotensi menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Selain itu, pengguna sabu sering mengalami kerusakan gigi dan mulut, serta masalah nafsu makan yang dapat menyebabkan malnutrisi dan penurunan berat badan.
Secara psikologis, sabu dapat memicu psikosis, termasuk halusinasi, delusi, dan paranoia, yang sering kali membuat pengguna merasa terancam, sehingga dapat memicu perilaku agresif.
Dampak Penggunaan Kokain
Kokain, yang merupakan obat stimulan sangat adiktif, juga memiliki risiko yang signifikan. Ketika seseorang mengonsumsi kokain, tekanan darah dan detak jantung akan meningkat. Penggunaan kokain dapat menyebabkan overdosis yang mengancam jiwa, serta meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan infeksi HIV/AIDS.
Gangguan penggunaan kokain dapat merusak hubungan pribadi dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya yang ditimbulkan oleh kedua jenis narkoba ini, terutama dalam konteks profesi yang memerlukan konsentrasi dan tanggung jawab tinggi seperti penerbangan.