Jakarta - Nama Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, belakangan ini menjadi perbincangan hangat sebagai salah satu kandidat potensial untuk posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Beberapa media internasional bahkan menilai bahwa Budi memiliki peluang yang signifikan untuk memimpin lembaga kesehatan global ini.
Ketika ditanya oleh wartawan mengenai kabar tersebut, Budi merespons dengan santai dan tawa, mengatakan, "Iya?" dan melanjutkan dengan candaan, "Saya jadi ikatan wartawan saja."
Peluang yang Dibahas dengan Presiden
Sebelumnya, media internasional Devex melaporkan bahwa Budi merupakan salah satu nama yang berpeluang untuk menjadi Dirjen WHO berikutnya. Dalam wawancara di sela-sela World Health Assembly ke-79 yang berlangsung di Jenewa, Budi mengungkapkan bahwa ia telah membicarakan kemungkinan tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.
Walaupun demikian, Budi menegaskan bahwa pencalonan untuk posisi Direktur Jenderal WHO bukanlah keputusan pribadi, melainkan harus diajukan secara resmi oleh negara. Ia menyatakan, "Saya akan mengonfirmasi setelah negara mengirimkan surat resmi, karena menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan harus diajukan oleh negara."
Dukungan Internasional dan Latar Belakang Budi
Budi juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo merasa bangga jika Indonesia dapat berperan lebih besar di kancah global. Nama Budi juga disebut dalam laporan dari Health Policy Watch, yang menyebutnya sebagai kandidat yang diperhitungkan untuk memimpin WHO di tengah tantangan pembiayaan dan reformasi organisasi.
Laporan tersebut menyoroti latar belakang Budi sebagai mantan bankir yang dianggap memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan yang dibutuhkan oleh WHO. Selain itu, reformasi sistem kesehatan dan digitalisasi layanan kesehatan yang dilakukan Indonesia setelah pandemi COVID-19 juga dianggap sebagai nilai tambah.
Beberapa sumber internasional bahkan menyebutkan bahwa Budi mendapatkan dukungan dari sejumlah negara Asia dan dinilai mampu menjadi penghubung antara negara-negara berkembang dan negara maju dalam mendorong reformasi di WHO. Jika ia resmi maju dan terpilih, Budi akan menjadi orang Indonesia pertama yang memimpin salah satu badan khusus utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).