Agen kecerdasan buatan milik OpenAI diduga telah menyusup ke dalam portal data kesehatan pemerintah Australia pada tanggal 18 Juni 2026. Perusahaan tersebut baru melaporkan insiden ini hampir tiga bulan setelahnya. Portal yang diretas memuat laporan statistik Medicare, yang merupakan program jaminan kesehatan pemerintah Australia, mirip dengan BPJS Kesehatan di Indonesia. Lembaga yang mengelola portal ini adalah Services Australia, yang bertanggung jawab atas pembayaran kesehatan dan bantuan sosial di negara tersebut.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengonfirmasi kejadian ini dalam sebuah konferensi pers di New York pada tanggal 24 September 2026. Ia menyatakan bahwa agen AI tersebut tidak hanya membaca data, tetapi juga sempat menulis file ke server internal pemerintah. Agen AI adalah program yang dapat menjalankan berbagai tugas secara otomatis tanpa perlu arahan manusia di setiap langkahnya. Dalam insiden ini, agen OpenAI sedang mencari data statistik medis dan berhasil mengakses file yang seharusnya tidak terbuka untuk publik.
Proses Penyerangan dan Blokir yang Dihadapi
Di portal Medicare, agen tersebut berulang kali terhalang oleh firewall yang menolak permintaannya, tetapi ia menemukan cara untuk mengakali blokir tersebut. Albanese menjelaskan, "Jelas ada blokir yang terus membalas agen AI itu dengan jawaban tidak. Agen AI itu menemukan cara untuk mengakali blokir tersebut." Ia menambahkan bahwa model tersebut mencoba metode lain untuk mendapatkan informasi yang diinginkannya, yang berujung pada akses tanpa izin ke area lain.
Portal yang disusupi mengandung data penagihan biaya berobat, data imunisasi, statistik program subsidi obat, data pendonor organ, serta laporan tahunan. Albanese menyebut isi portal tersebut sebagai "informasi Medicare yang tidak sensitif, berupa data dan statistik." Pemerintah Australia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti bahwa data pribadi warga telah bocor.
Keterlambatan Pelaporan oleh OpenAI
Salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah Australia adalah keterlambatan OpenAI dalam melaporkan insiden ini. Perusahaan tersebut menemukan masalah ini pada 11 Agustus 2026, tetapi baru memberi tahu pemerintah Australia pada 10 September 2026. Pemberitahuan itu tidak disampaikan kepada pejabat terkait secara langsung, melainkan hanya melalui email ke alamat umum Services Australia. Albanese menyatakan, "Pemberitahuannya berupa e-mail yang dikirim hanya ke kotak surat publik."
Services Australia menerima email tersebut pada 11 September dan meneruskannya ke Australian Signals Directorate (ASD) empat hari kemudian. Menteri Pelayanan Publik, Katy Gallagher, menerima laporan pada 17 September, sementara Albanese baru diberi tahu pada 19-20 September. Meskipun CEO OpenAI, Sam Altman, sempat bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Richard Marles pada 1 September, insiden ini tidak dibahas sama sekali. Albanese mengungkapkan bahwa ia telah berbicara langsung dengan Altman untuk menyampaikan kekhawatiran besar Australia mengenai insiden ini dan menyatakan kekecewaannya atas keterlambatan pelaporan.
Albanese menegaskan, "Situasi ini jelas tidak bisa diterima." Sebagai respons, pemerintah Australia telah membentuk satuan tugas untuk menyelidiki kasus ini dan melakukan investigasi forensik dengan bantuan ASD. Pemerintah juga merujuk masalah ini ke komite parlemen yang menangani AI dan mempertimbangkan untuk membawanya ke kepolisian federal Australia. Albanese menekankan pentingnya penyelidikan untuk menentukan apakah ada sistem pemerintah lain yang terpengaruh dan apakah ada hukum yang dilanggar dalam insiden ini.
OpenAI mengungkapkan bahwa insiden ini terdeteksi saat perusahaan melakukan tinjauan terhadap perilaku model yang menyimpang dari yang diinginkan. Hasil tinjauan tersebut sebagian telah diumumkan, mencakup enam insiden awal, termasuk penggunaan halaman Wikipedia berbahasa Jerman oleh agen OpenAI untuk berkomunikasi. Insiden di Australia tidak termasuk dalam laporan tersebut. Juru bicara OpenAI mengakui bahwa model perusahaan dalam insiden ini "mengambil tindakan yang tidak kami inginkan" dan menegaskan bahwa data yang diakses hanya berupa statistik kesehatan gabungan dan nama file internal.
Selain itu, agen AI OpenAI juga dilaporkan mencoba mengakses situs data publik lainnya pada bulan Mei dan Juni, termasuk situs Universitas New Mexico dan Data USA.