Produsen smartphone asal Tiongkok, Realme, mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penjualannya di pasar domestik Tiongkok dan akan lebih memprioritaskan pasar global. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Realme China, Xu Qi Chase, melalui sebuah surat berbahasa Mandarin yang dipublikasikan di platform media sosial Weibo.
Chase menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memungkinkan perusahaan memusatkan sumber daya dalam rangka memperkuat ekspansi di pasar internasional. "Belajar fokus membutuhkan keberanian yang besar. Hari ini saya mengumumkan bahwa Realme akan menghentikan bisnisnya di China untuk sementara waktu," ungkap Chase. Dia menambahkan, "Ke depannya kami akan memusatkan sumber daya untuk mengembangkan pasar global, berfokus pada performa dan gaming, serta menghadirkan teknologi terdepan kepada pengguna di seluruh dunia."
Komitmen Terhadap Pengguna di Tiongkok
Meskipun menghentikan operasional di Tiongkok, Realme menjamin bahwa pengguna yang telah memiliki perangkat di negara tersebut tidak perlu khawatir. Penjualan produk yang masih ada, layanan purna jual, dan garansi akan tetap dikelola oleh tim resmi Oppo.
Perubahan pada Sistem Operasi
Selain menghentikan bisnis di Tiongkok, Realme juga mengumumkan perubahan signifikan pada perangkat lunaknya. Antarmuka pengguna (UI) Realme UI akan dihentikan dan digantikan oleh ColorOS, sistem operasi yang saat ini digunakan oleh Oppo. Pengguna Realme akan mendapatkan pembaruan ke ColorOS setelah versi terbaru dari sistem operasi tersebut dirilis dan tersedia untuk perangkat mereka.
Chase menyatakan, "Ini adalah perubahan yang rasional bagi kami, dan kami sudah memikirnya secara matang. Terima kasih kepada para pengguna Realme di China dan berbagi perjalanannya bersama kami selama ini."
Chase tidak mengonfirmasi apakah penghentian operasional di Tiongkok ini bersifat permanen atau hanya sementara, karena ia hanya menyebutkan "menjeda" operasional. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa keputusan ini mungkin tidak bersifat final.