🔴 Breaking
Teknologi

Sergey Brin Mengeluarkan Rp 1,8 Triliun untuk Menanggulangi Usulan Pajak di California

Pendiri Google, Sergey Brin, telah menyumbangkan dana besar untuk menentang usulan pajak kekayaan di California, dengan total sumbangan mencapai Rp 1,8 triliun.

Bima Sakti

Penulis

18 August 2026
11 kali dibaca
Pendiri Google Sergey Brin (kiri) dan Larry Page (kanan).(WIKIMEDIA COMMONS/JOI ITO)
Pendiri Google Sergey Brin (kiri) dan Larry Page (kanan).(WIKIMEDIA COMMONS/JOI ITO)

Sergey Brin, pendiri Google, telah menginvestasikan sejumlah besar uang untuk menolak usulan pajak kekayaan yang diusulkan di California. Hingga saat ini, total dana yang disumbangkan kepada organisasi Building a Better California mencapai 102 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,8 triliun, setelah tambahan 20 juta dollar AS baru-baru ini.

Tujuan Sumbangan dan Usulan Pajak

Building a Better California merupakan organisasi yang berupaya menggagalkan proposal pajak miliarder yang dikenal sebagai Prop 40. Jika disetujui, kebijakan ini akan mengenakan pajak satu kali sebesar 5 persen dari kekayaan bersih sekitar 200 miliarder di California. Dana yang diperoleh dari pajak tersebut direncanakan akan digunakan untuk mendanai program layanan kesehatan negara bagian, dengan estimasi total penerimaan mencapai 100 miliar dollar AS dalam lima tahun ke depan. Warga California dijadwalkan akan memberikan suara mengenai Prop 40 pada pemilihan umum November 2026.

Apabila Prop 40 disahkan, Brin diperkirakan akan menghadapi kewajiban pajak sebesar 13,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 239 triliun. Dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai 267 miliar dollar AS, Brin saat ini menempati posisi sebagai orang terkaya keempat di dunia. Oleh karena itu, sumbangan ratusan juta dollar yang ia berikan untuk menentang kebijakan ini masih tergolong kecil dibandingkan potensi pajak yang akan dikenakan padanya.

Upaya Lain untuk Menggagalkan Pajak

Selain menyumbang dana, organisasi yang didukung oleh Brin juga berhasil mengajukan dua usulan alternatif untuk dimasukkan dalam surat suara. Jika kedua usulan ini disetujui oleh pemilih, mereka dapat secara efektif membatalkan Prop 40 dengan membatasi penerapan pajak baru di masa mendatang. Brin bukan satu-satunya miliarder di sektor teknologi yang berusaha menghindari kebijakan semacam ini. Beberapa tokoh lain, termasuk mantan CEO Uber Travis Kalanick, investor Peter Thiel, dan rekan pendiri Google Larry Page, juga dilaporkan telah meninggalkan California.

Di sisi lain, Gubernur California, Gavin Newsom, telah mengkritik Prop 40, meskipun ia juga mendukung ide pajak miliarder di tingkat nasional. Newsom menekankan ketidakadilan dalam beban pajak antara pekerja biasa dan kelompok super kaya yang dapat memanfaatkan celah hukum untuk menghindari kewajiban pajak. Namun, tidak semua miliarder teknologi menolak kebijakan ini. Pendiri Nvidia, Jensen Huang, yang diperkirakan akan membayar sekitar 8 miliar dollar AS jika Prop 40 diterapkan, justru menyatakan tidak keberatan dengan pajak tersebut dan memilih untuk tetap tinggal di Silicon Valley terlepas dari kebijakan yang ada.

Sejumlah tokoh teknologi dan bisnis lainnya juga turut mendanai Building a Better California, termasuk mantan CEO Google Eric Schmidt, CEO Stripe Patrick Collison, CEO DoorDash Tony Xu, dan pemodal ventura John Doerr. Sementara itu, kelompok serikat pekerja yang mendukung Prop 40 telah menghabiskan sekitar 31 juta dollar AS untuk pengumpulan tanda tangan dukungan awal dan menjanjikan sekitar 50.000 relawan untuk mengampanyekan dukungan menjelang pemungutan suara yang akan datang.

Artikel Terkait