Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menawarkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta pada hari Jumat, 25 September 2026. Dalam upaya ini, pemerintah memanfaatkan PT Sarana Multigriya Finansial sebagai sarana untuk membangun rumah subsidi melalui metode pembiayaan alternatif di luar anggaran konvensional, sehingga masyarakat dapat menikmati suku bunga yang lebih rendah.
Suahasil menjelaskan bahwa bunga KPR merupakan suku bunga yang ditetapkan oleh lembaga perbankan. Namun, pemerintah juga memiliki PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF, yang berfungsi di bawah Kementerian Keuangan. Menurutnya, PT SMF bertugas membangun rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui creative financing, yang merupakan strategi pendanaan alternatif di luar anggaran pemerintah. "Sehingga bisa masyarakat berpenghasilan rendah itu mendapatkan suku bunga yang lebih rendah," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta.
Kerja Sama dengan Sektor Perbankan
Bendahara Negara itu menambahkan bahwa saat ini pemerintah berupaya menurunkan bunga KPR melalui PT SMF dengan menjalin kerja sama dengan sektor perbankan. Selain itu, PT SMF juga telah berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mendukung pembiayaan instrumen SMF. "Khusus untuk SMF ini, kerja sama pemerintah melalui PT SMF dengan sektor perbankan, malah dengan Bank Indonesia yang sudah melakukan terobosan luar biasa untuk instrumennya PT SMF. Itu adalah bentuk kerja sama yang kita juga lakukan, sinergi yang kita lakukan," jelasnya.
Peran PT Sarana Multigriya Finansial
Menurut informasi dari situs resmi PT SMF, lembaga ini adalah Special Mission Vehicle (SMV) yang didirikan pada 22 Juli 2025. PT SMF memiliki peran penting dalam mendorong stabilitas ekonomi nasional dengan menyediakan likuiditas bagi lembaga keuangan di Indonesia, baik yang bersifat swasta maupun pemerintah. "Sehingga penyaluran pembiayaan di sektor perumahan dapat semakin luas dan berjalan secara optimal untuk pengentasan backlog kepemilikan dan keterhunian rumah di Indonesia," tulis PT SMF di situsnya.