Jakarta - Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Family Medicine and Community Health mengungkapkan bahwa konsumsi makanan olahan yang tinggi, atau yang dikenal sebagai ultra-processed food, berhubungan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kematian. Studi ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang mengonsumsi makanan jenis ini, semakin besar pula risiko mereka terhadap penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, obesitas, diabetes, depresi, kecemasan, gangguan pencernaan, dan kanker.
Ultra-processed food mengandung banyak gula tambahan, garam, dan lemak, serta dirancang agar memiliki rasa yang sangat menggugah selera. Ahli diet terdaftar, Maya Feller, menjelaskan bahwa makanan ini dibuat untuk sangat menarik bagi konsumen. Contoh dari ultra-processed food mencakup camilan kemasan, produk daging olahan, biskuit, kue, minuman manis, dan makanan siap saji.
Dampak Kesehatan yang Serius
Dr. Xiao Liu, penulis utama studi dan dokter di Sun Yat-Sen Memorial Hospital serta peneliti di Duke-NUS Medical School, menyatakan bahwa "ultra-processed food merupakan salah satu masalah utama dalam kesehatan masyarakat." Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis pola konsumsi makanan olahan secara global dengan meninjau lebih dari 50 studi yang melibatkan hampir 9 juta orang dewasa di seluruh dunia, dengan periode pengamatan yang berkisar antara 2 hingga 32 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko penyakit kardiovaskular, yang merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat, meningkat sebesar 24% pada individu yang mengonsumsi makanan olahan dalam jumlah tinggi. Setiap tambahan 100 gram konsumsi ultra-processed food per hari berhubungan dengan peningkatan risiko masalah jantung sebesar 14% dan risiko hipertensi sebesar 11%.
Peningkatan Risiko Penyakit Metabolik
Konsumsi makanan olahan yang lebih tinggi juga terkait dengan peningkatan risiko penyakit metabolik. Risiko diabetes meningkat sebesar 24%, sementara risiko obesitas meningkat sebesar 23%. Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap pola makan yang sehat dan pengurangan konsumsi makanan olahan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.