🔴 Breaking
Teknologi

Ancaman Terhadap Dominasi Nvidia dan AMD di Pasar Chip AI China

Nvidia dan AMD diprediksi akan kehilangan dominasi di pasar chip kecerdasan buatan di China pada tahun 2026, dengan proyeksi bahwa produk lokal akan menguasai hampir 90 persen pasar.

Sekar Wangi

Penulis

11 August 2026
5 kali dibaca
Ilustrasi chip semikonduktor.(Digitimes.)
Ilustrasi chip semikonduktor.(Digitimes.)

Perusahaan riset TrendForce memperkirakan bahwa pada tahun 2026, dominasi Nvidia dan AMD di pasar chip kecerdasan buatan (AI) di China akan semakin menurun. Diperkirakan, chip AI kelas atas yang diproduksi secara lokal akan menguasai hampir 90 persen dari total pasar, sementara pangsa pasar gabungan kedua perusahaan tersebut hanya akan tersisa sekitar 10 persen. Proyeksi ini muncul seiring dengan adanya pembatasan ekspor teknologi dari Amerika Serikat ke China dan semakin aktifnya pemerintah Beijing dalam mendorong penggunaan chip buatan dalam negeri.

Perkembangan Chip AI Lokal

TrendForce menyatakan bahwa solusi domestik China berada di jalur yang tepat untuk mencapai dominasi pasar chip AI kelas atas pada tahun 2026. Pertumbuhan pengiriman chip AI buatan China diprediksi akan meningkat sekitar 83 persen setiap tahunnya. Beberapa perusahaan teknologi di China juga berperan dalam mempercepat pertumbuhan ini dengan mengembangkan chip AI mereka sendiri. Di antara pemain yang berpotensi memperbesar pangsa pasar domestik adalah Huawei dan Cambricon, serta chip custom Application-specific Integrated Circuit (ASIC) yang dikembangkan oleh perusahaan besar seperti Baidu, Alibaba, dan Tencent.

Dampak Pembatasan Ekspor AS

Pangsa pasar Nvidia dan AMD di China semakin tertekan akibat kebijakan pemerintah AS yang membatasi ekspor chip AI canggih ke negara tersebut. Meskipun penjualan beberapa chip Nvidia dan AMD ke perusahaan-perusahaan di China tidak sepenuhnya dilarang, produk tertentu harus melewati proses persetujuan untuk memastikan bahwa chip tersebut tidak digunakan oleh militer China atau entitas terkait. Di sisi lain, pembatasan ini mendorong China untuk mempercepat pengembangan industri chip domestiknya. TrendForce juga mencatat bahwa China sedang berusaha untuk meningkatkan kemandirian di sektor semikonduktor, meskipun masih menghadapi tantangan dalam teknologi manufaktur canggih, memori bandwidth tinggi (High Bandwidth Memory/HBM), dan pengemasan chip.

Diperkirakan, pasar chip AI kelas atas di China akan tumbuh lebih dari 60 persen pada tahun 2026. Perusahaan teknologi dan penyedia layanan komputasi di China semakin aktif dalam menggunakan solusi chip lokal.

Langkah Nvidia Menghadapi Perubahan Pasar

Nvidia tidak tinggal diam dalam menghadapi perubahan di pasar ini. TrendForce melaporkan bahwa Nvidia sedang menyiapkan varian GPU RTX Pro 5000 khusus untuk pasar China. GPU ini akan menggunakan memori GDDR7 untuk memenuhi ketentuan pembatasan ekspor dari AS. RTX Pro 5000 merupakan bagian dari keluarga GPU Blackwell dari Nvidia. Strategi ini menunjukkan bahwa Nvidia berusaha untuk mempertahankan kehadirannya di China dengan menawarkan produk yang disesuaikan dengan regulasi ekspor AS. Sebelumnya, Nvidia juga telah menyiapkan RTX 6000D untuk pelanggan di China, yang ditempatkan di bawah RTX 6000 versi global dalam jajaran GPU Blackwell.

Dengan adanya dorongan dari pemerintah China, investasi dari perusahaan teknologi lokal, dan pembatasan ekspor dari AS, persaingan antara Nvidia dan AMD dengan produsen chip China diperkirakan akan semakin ketat. Kombinasi faktor-faktor ini dapat mempercepat pergeseran pasar chip AI di negara tersebut.

Artikel Terkait