🔴 Breaking
Kesehatan

Apakah Kompres Es di Ketiak Dapat Mengatasi Overthinking? Ini Penjelasan dari Ahli

Sebuah metode yang sedang tren di media sosial adalah menggunakan kompres es pada ketiak untuk meredakan kecemasan dan overthinking. Namun, apakah cara ini memiliki dasar medis yang kuat?

Bima Sakti

Penulis

18 August 2026
10 kali dibaca
Foto: Getty Images
Foto: Getty Images

Jakarta - Baru-baru ini, media sosial ramai membahas tentang teknik menempelkan kompres es di ketiak sebagai cara untuk mengurangi kecemasan dan overthinking. Namun, apakah metode ini benar-benar efektif secara medis? Menanggapi hal ini, dr. Riati Sri Hartini, seorang psikiater dan dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, memberikan penjelasan bahwa meskipun sensasi dingin dapat memberikan efek relaksasi sementara, metode ini bukanlah terapi utama untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Mekanisme Tubuh: Mengapa Kompres Es Terasa Menenangkan?

Dr. Riati menjelaskan bahwa penggunaan es dapat memberikan rasa tenang dalam waktu singkat melalui dua mekanisme utama. Pertama, aktivasi saraf parasimpatis, di mana sensasi dingin mendadak dapat menurunkan respon stres tubuh dan memicu proses relaksasi. Kedua, teknik grounding alami, di mana rasa dingin yang tajam mengalihkan fokus otak dari pikiran berlebihan kembali ke sensasi fisik yang ada saat itu.

"Efeknya hanya bersifat sementara, yaitu membantu menenangkan tubuh, bukan mengatasi penyebab kecemasan. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa kompres es di ketiak merupakan terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan," tegas dr. Riati.

Waspada Bahaya Cold Burn dan Mitos Terapi Kesehatan Jiwa

Dr. Riati juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan kompres es sebagai solusi permanen untuk mengatasi kecemasan. Penggunaan es batu secara langsung pada kulit dalam waktu yang lama dapat menyebabkan iritasi hingga cold burn, yaitu cedera jaringan kulit akibat paparan suhu yang sangat dingin. Kompres dingin sebaiknya digunakan hanya sebagai pertolongan pertama ketika merasa panik atau tegang, bukan sebagai pengobatan jangka panjang.

Apabila kecemasan dan overthinking berlangsung selama beberapa minggu, mengganggu tidur, atau disertai serangan panik, dr. Riati menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan ahli. "Penanganan yang tepat sejak dini oleh psikolog atau psikiater akan memberikan hasil yang jauh lebih baik, baik melalui bantuan psikoterapi CBT maupun pemberian obat-obatan jika memang diperlukan," tutupnya.

Artikel Terkait