Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan hasil dari pertemuan tingkat menteri G20 yang berlangsung di Amerika Serikat, di mana terdapat kesepakatan bahwa pangan tidak seharusnya digunakan sebagai instrumen untuk menekan dalam konteks geopolitik. Selain itu, Budi juga menegaskan bahwa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) harus berkomitmen untuk menjaga aturan mengenai Most Favored Nation (MFN).
Pentingnya Ketahanan Pangan Global
Dalam konteks global saat ini, isu ketahanan pangan menjadi sangat krusial. Budi Santoso mengingatkan bahwa semua negara harus berkolaborasi untuk memastikan bahwa pangan tetap menjadi hak asasi manusia dan tidak terpengaruh oleh dinamika politik. Hal ini bertujuan untuk menciptakan stabilitas dan keamanan pangan di seluruh dunia.
Peran WTO dalam Menjaga Aturan Perdagangan
Mendag Budi juga menekankan pentingnya peran WTO dalam menjaga kepatuhan terhadap prinsip MFN, yang mengharuskan negara anggota untuk memberikan perlakuan yang sama kepada semua mitra dagang. Dengan demikian, diharapkan tidak ada diskriminasi dalam perdagangan pangan antar negara, yang dapat menyebabkan ketidakadilan dan ketegangan internasional.
Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi langkah positif menuju pemulihan ekonomi global pasca-pandemi, di mana ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama. Budi Santoso menyatakan keyakinannya bahwa dengan kerja sama yang baik, tantangan dalam sektor pangan dapat diatasi secara efektif.