🔴 Breaking
AQILA: Ikon Baru AQUA yang Mengajak Keluarga Memilih Air Minum Berkualitas Menteri Keuangan AS: Kenaikan Suku Bunga Bukan Kesalahan Kebijakan Viral Dugaan Gerakan Demo Diperjualbelikan: Proposal Rp39 Juta Aliansi BEM Surabaya Jadi Sorotan Proyeksi IHSG Hari Ini Setelah Investor Asing Melakukan Pembelian Besar, Simak 5 Saham Terpopuler Kenaikan Harga Pangan: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Melonjak 21 Persen Bulog Ambil Tindakan Tegas Terhadap Penyaluran Beras SPHP Aksi Mahasiswa UI ke Bundaran HI: Angkot T19 Jadi Sorotan Surat Edaran Mendagri Diterbitkan untuk Memperkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Viralnya Acara Tahlilan dengan Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen Berkomentar Lucu Apple Ubah Pandangan Tentang Layar Sentuh, Mac Kini Dilengkapi Fitur Tersebut AQILA: Ikon Baru AQUA yang Mengajak Keluarga Memilih Air Minum Berkualitas Menteri Keuangan AS: Kenaikan Suku Bunga Bukan Kesalahan Kebijakan Viral Dugaan Gerakan Demo Diperjualbelikan: Proposal Rp39 Juta Aliansi BEM Surabaya Jadi Sorotan Proyeksi IHSG Hari Ini Setelah Investor Asing Melakukan Pembelian Besar, Simak 5 Saham Terpopuler Kenaikan Harga Pangan: Cabai Rawit Merah Sentuh Rp133.950 per Kg, Bawang Merah Melonjak 21 Persen Bulog Ambil Tindakan Tegas Terhadap Penyaluran Beras SPHP Aksi Mahasiswa UI ke Bundaran HI: Angkot T19 Jadi Sorotan Surat Edaran Mendagri Diterbitkan untuk Memperkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Viralnya Acara Tahlilan dengan Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen Berkomentar Lucu Apple Ubah Pandangan Tentang Layar Sentuh, Mac Kini Dilengkapi Fitur Tersebut
Ekonomi

Bahlil: Fluktuasi Harga Minyak Dunia Mirip Penyakit Malaria

Bahlil Lahadalia menyamakan perubahan harga minyak global dengan penyakit malaria, yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan penutupan Selat Hormuz.

Galang Mahesa

Penulis

20 August 2026
82 kali dibaca
Bahlil: Fluktuasi Harga Minyak Dunia Mirip Penyakit Malaria
Sumber gambar: liputan6.com

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi, mengungkapkan bahwa pergerakan harga minyak dunia saat ini dapat diibaratkan seperti penyakit malaria. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan yang terjadi di kancah geopolitik serta penutupan Selat Hormuz, yang berpengaruh signifikan terhadap pasokan minyak.

Analisis Fluktuasi Harga Minyak

Menurut Bahlil, harga minyak yang tidak stabil ini mencerminkan situasi yang sangat dinamis. Ia menekankan bahwa harga dapat turun di pagi hari dan kembali naik pada malam harinya, menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku pasar. Dalam konteks ini, ia mengajak semua pihak untuk lebih memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga minyak global.

Dampak Ketegangan Geopolitik

Ketegangan yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama di wilayah yang kaya akan sumber daya minyak, menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga. Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi pengiriman minyak, juga berkontribusi terhadap situasi ini. Bahlil mengingatkan bahwa semua ini perlu dicermati oleh pemerintah dan masyarakat agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait