🔴 Breaking
Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat Kegiatan Family Gathering SDTQ Al Abidin Solo 2026: Memperkuat Persaudaraan dalam Kebersamaan BRI Peduli Segera Salurkan Bantuan Pasca Gempa Flores Magnitudo 7,7 Organ-Organ yang Bisa Dihilangkan Tanpa Mengganggu Kehidupan Manusia --- Ujian Seleksi Kompetensi Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai pada 22 September --- Pertumbuhan Ekonomi Singapura Meningkat Berkat Kecerdasan Buatan, Proyeksi 2026 Diperbarui Pencegahan Aritmia: Apa yang Perlu Diketahui? Mahasiswa KKN UNNES Giat Memperkuat DESTANA di Desa Kutosari Melalui Pemasangan Biopori Diskon Spesial Pertamina untuk HUT RI ke-81: Pertamax dan Lainnya Rp 450 per Liter Pria Ini Tinggalkan Pekerjaan untuk Jadi Kreator Video AI, Pendapatannya Justru Meningkat Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat Kegiatan Family Gathering SDTQ Al Abidin Solo 2026: Memperkuat Persaudaraan dalam Kebersamaan BRI Peduli Segera Salurkan Bantuan Pasca Gempa Flores Magnitudo 7,7 Organ-Organ yang Bisa Dihilangkan Tanpa Mengganggu Kehidupan Manusia --- Ujian Seleksi Kompetensi Sekolah Kedinasan 2026 Dimulai pada 22 September --- Pertumbuhan Ekonomi Singapura Meningkat Berkat Kecerdasan Buatan, Proyeksi 2026 Diperbarui Pencegahan Aritmia: Apa yang Perlu Diketahui?
Kesehatan

Bencana Gempa NTT: Kemenkes Mengonfirmasi 46 Korban Jiwa dan 36 Luka Berat

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur telah mengakibatkan 46 orang meninggal dunia dan 36 lainnya mengalami luka berat.

Sabina Almira

Penulis

16 August 2026
6 kali dibaca
Evakuasi pasien dampak gempa di NTT (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)
Evakuasi pasien dampak gempa di NTT (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)

Kementerian Kesehatan RI memberikan informasi terkini mengenai situasi pasca-gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 15 Agustus, tercatat 46 orang meninggal, 36 mengalami luka berat, dan 77 lainnya menderita luka ringan akibat bencana ini.

Distribusi korban meninggal berdasarkan data Kemenkes adalah sebagai berikut: Kabupaten Sikka 3 orang, Kabupaten Ende 1 orang, Kabupaten Manggarai Timur 17 orang, Kabupaten Nagekeo 1 orang, Kabupaten Manggarai Barat 2 orang, Kabupaten Manggarai 21 orang, dan Kabupaten Ngada 1 orang. Diperkirakan, sekitar 2.196.745 jiwa terpengaruh oleh bencana ini, mencakup wilayah-wilayah seperti Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Flores Timur.

Kerusakan Fasilitas Kesehatan

Tantangan yang dihadapi tidak hanya terbatas pada jumlah korban. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa beberapa fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, mengalami kerusakan parah. "Catatan saya, sekilas kemarin malam, yang sudah teridentifikasi ada 6 Puskesmas rusak berat, puluhan rusak sedang, yang rusak ringannya juga ratusan," ungkap Menkes saat ditemui di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta Selatan, pada Minggu (16/8/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan, "Rumah sakitnya yang saya tahu, ada 2 yang rusak parah, yang paling parah di RSUD Nagekeo. Ada beberapa yang rusak sedang, dan ada juga yang rusak ringan." Saat ini, pemerintah sedang berupaya untuk memperbaiki wilayah yang terdampak setelah guncangan tersebut.

Upaya Pemulihan dan Dukungan Tenaga Kesehatan

Pemerintah juga telah membentuk Health Emergency Operation Center dengan tugas utama untuk mengidentifikasi dampak gempa terhadap fasilitas kesehatan dan kebutuhan tenaga medis. "Tenaga kesehatan yang ada terdata cukup, cuma kita takutnya ada tenaga kesehatan di Provinsi NTT yang terkena dampak, sehingga kita juga sudah mengirim beberapa tim emergency medical team," jelasnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pemulihan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana ini.

Artikel Terkait