Jakarta - Dalam upaya memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, melakukan inspeksi mendadak ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DKI Jakarta pada Kamis (30/4/2026). Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, inspeksi ini mencakup berbagai aspek mulai dari penyiapan bahan baku hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Salah satu lokasi yang diperiksa adalah SPPG Tebet Manggarai Selatan, yang melayani 2.858 orang dan dikelola oleh Yayasan Bina Siwi Oku Timur. Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM bertujuan untuk memastikan bahwa program yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto ini memenuhi standar keamanan, higiene, dan sanitasi, sehingga makanan yang diterima masyarakat aman dan bergizi.
Inspeksi tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga secara bersamaan di beberapa wilayah lain di Jakarta. Di Palmerah, Jakarta Barat, SPPG melayani sekitar 4.100 penerima manfaat, sedangkan di Jatinegara Kampung Melayu terdapat 2.905 penerima, Johar Baru Tanah Tinggi 2.260 penerima, dan Sunter Jaya dengan 3.376 penerima manfaat.
Taruna menekankan pentingnya pengawasan BPOM dalam memitigasi risiko Kejadian Luar Biasa Keamanan Pangan (KLB KP), terutama dalam program besar seperti MBG. Meskipun anggaran terbatas, pendekatan pengawasan dilakukan secara adaptif dan berbasis risiko. "Monitoring yang baik serta tindak lanjut cepat akan menentukan keberhasilan program ini," ujarnya.
Dari hasil inspeksi di lima lokasi, secara umum operasional SPPG sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Namun, BPOM menemukan beberapa catatan perbaikan yang perlu dilakukan, seperti konsistensi higiene personal petugas, sanitasi peralatan dan area produksi, serta pengendalian suhu penyimpanan pangan. Temuan ini segera disampaikan kepada pengelola untuk ditindaklanjuti.
BPOM juga berencana untuk melaporkan hasil monitoring secara komprehensif kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi. "Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program MBG ini berjalan semakin baik," kata Taruna.
Ke depan, BPOM akan terus melakukan pendampingan intensif di lapangan. Menurut Taruna, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada jaminan keamanan dan kualitas pangan. "Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Dengan pengawasan yang kuat, kita pastikan program ini memberikan manfaat tanpa risiko kesehatan," tutupnya.