🔴 Breaking
Kesehatan

Brasov Berikan Penjelasan Terkait Temuan BPOM Mengenai Kandungan Berbahaya

Brasov, merek cat kuku lokal, mengonfirmasi bahwa produk mereka terdeteksi mengandung pewarna K10 yang dapat meningkatkan risiko kanker, sesuai dengan laporan dari BPOM. Perusahaan telah menarik produ...

Aditya Surya

Penulis

12 May 2026
9 kali dibaca
Brasov Berikan Penjelasan Terkait Temuan BPOM Mengenai Kandungan Berbahaya
Foto: Thinkstock

Jakarta - Merek cat kuku lokal, Brasov, telah diidentifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengandung pewarna K10, yang dalam jangka panjang berpotensi memicu kanker. Penarikan produk ini dilakukan bersamaan dengan sepuluh kosmetik lainnya yang juga terdeteksi mengandung bahan berbahaya dan melebihi ambang batas aman.

Berdasarkan pengawasan yang dilakukan pada triwulan pertama tahun 2026, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa empat merek kosmetik hasil kontrak produksi, dua merek lokal, dua merek impor, serta tiga merek tanpa izin edar (TIE) telah ditindak. "Seluruh produk tersebut telah melalui pengujian laboratorium BPOM dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan keamanan," ungkap Taruna baru-baru ini.

Temuan Bahan Berbahaya

Dalam proses pengawasan, BPOM menemukan sejumlah bahan berbahaya dan dilarang dalam produk-produk tersebut, termasuk asam retinoat, deksametason, hidrokinon, merkuri, pewarna merah K10, serta senyawa 1,4-dioksan. "Temuan kosmetik mengandung bahan-bahan ini berpotensi menimbulkan risiko dan dampak serius bagi kesehatan masyarakat," tambah Taruna.

Klarifikasi dari Brasov

Menanggapi hasil temuan BPOM, Brasov memberikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada publik. Perusahaan mengaku telah melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh lini produk cat kuku mereka di laboratorium terakreditasi. Brasov juga telah menarik dan mengarantina secara massal produk cat kuku varian No. 125 yang teridentifikasi mengandung pewarna merah K10. Selain itu, seluruh stok produk tersebut telah dimusnahkan dengan pengawasan dari petugas BPOM.

"Demi memastikan keselamatan pelanggan secara keseluruhan, kami juga menguji varian cat kuku lainnya di laboratorium," jelas Brasov dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Selasa (12/5/2026). Berdasarkan hasil pengujian tersebut, Brasov mengklaim tidak menemukan kandungan zat berbahaya pada varian produk lainnya, sehingga dinyatakan tetap aman untuk digunakan oleh konsumen.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi semua regulasi yang ditetapkan oleh BPOM dan bertekad untuk terus menghadirkan produk kosmetik yang aman dan berkualitas. "Kami akan terus patuh pada seluruh regulasi BPOM dan berkomitmen menghadirkan produk yang aman dan berkualitas," lanjut pernyataan tersebut.

Di akhir klarifikasinya, Brasov juga menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang ditimbulkan di masyarakat akibat temuan tersebut. "Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang muncul karena produk kami," tulis Brasov.

Artikel Terkait