🔴 Breaking
Teknologi

Inovasi Robot China dalam Operasi Bedah Pertama di Dunia

Robot humanoid kini tidak hanya digunakan dalam industri, tetapi juga telah berhasil membantu dalam prosedur bedah, sebuah pencapaian yang dilakukan oleh robot buatan China, Unitree G1.

Chandra Kirana

Penulis

26 July 2026
8 kali dibaca
Inovasi Robot China dalam Operasi Bedah Pertama di Dunia
Sumber gambar: tekno.kompas.com

KOMPAS.com - Robot humanoid selama ini dikenal karena kemampuannya dalam berlari, menari, dan membantu di pabrik. Namun, kini penggunaannya mulai meluas ke area yang lebih kompleks, yaitu ruang operasi. Menariknya, robot yang digunakan bukanlah produk dari perusahaan teknologi kesehatan terkenal, melainkan robot humanoid serbaguna (general-purpose humanoid) yang diciptakan oleh China, yaitu Unitree G1. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature, robot Unitree G1 berhasil membantu dalam melakukan operasi invasif minimal pada hewan hidup. Pencapaian ini dianggap sebagai demonstrasi praklinis pertama di dunia yang menunjukkan kemampuan robot humanoid serbaguna dalam menyelesaikan prosedur bedah pada makhluk hidup. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of California San Diego (UC San Diego) dengan menggunakan dua unit robot Unitree G1.

Proses Operasi dengan Robot

Dua robot tersebut digunakan untuk melaksanakan dua prosedur operasi pengangkatan kantong empedu (laparoskopi) pada babi hidup. Meskipun terlibat dalam operasi, robot Unitree G1 tidak beroperasi secara mandiri. Semua gerakan dikendalikan oleh ahli bedah melalui sistem teleoperasi, yang memungkinkan gerakan tangan operator diterjemahkan menjadi gerakan robot secara presisi dari jarak jauh. Dalam salah satu prosedur, satu robot bekerja sama dengan seorang ahli bedah manusia, sedangkan dalam percobaan lainnya, kedua robot humanoid berkolaborasi untuk menyelesaikan operasi.

Keunggulan Unitree G1 dalam Dunia Bedah

Yang membuat penelitian ini menarik adalah bukan hanya karena robot berhasil membantu dalam operasi, tetapi juga jenis robot yang digunakan. Selama ini, operasi yang dibantu oleh robot biasanya menggunakan sistem bedah khusus seperti da Vinci Surgical System, yang dirancang khusus untuk kebutuhan medis dan memiliki harga di atas 1 juta dollar AS (sekitar Rp 17 juta). Sebaliknya, Unitree G1 adalah robot humanoid serbaguna yang awalnya dikembangkan untuk berbagai kebutuhan penelitian dan teknologi. Menurut penulis utama penelitian, Lucas Zekai Liang, tim memilih Unitree G1 karena robot ini merupakan salah satu humanoid komersial yang paling mudah diperoleh saat riset dimulai.

Selain itu, fokus dari penelitian ini bukan pada merek robot tertentu, melainkan untuk menunjukkan bahwa bentuk robot humanoid dapat menjadi platform yang layak untuk prosedur bedah. Keberhasilan Unitree G1 dalam melakukan operasi pada babi hidup berpotensi mengubah arah industri robot bedah yang selama ini didominasi oleh perangkat medis khusus dengan harga yang sangat tinggi. Unitree G1 dijual dengan harga sekitar 13.500 dollar AS (sekitar Rp 241 juta), jauh lebih terjangkau dibandingkan robot bedah konvensional yang dapat mencapai lebih dari 1 juta dollar AS. Perbedaan harga ini membuka peluang agar teknologi robot bedah di masa depan lebih mudah diakses oleh banyak rumah sakit jika pendekatan serupa terus dikembangkan.

Data dari Administrasi Umum Bea Cukai China menunjukkan bahwa industri robot bedah di negara tersebut sedang berkembang pesat. Pada paruh pertama tahun 2026, ekspor robot bedah dari China mencapai 480 juta yuan (sekitar Rp 1,26 triliun), meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah negara tujuan ekspor robot bedah buatan China juga bertambah dari 23 menjadi 49 pasar.

Artikel Terkait