🔴 Breaking
Kesehatan

Kemenkes Laporkan Peningkatan Kasus Influenza A, Balita Menjadi Kelompok Paling Terinfeksi

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya lonjakan kasus Influenza A di beberapa daerah, terutama di Jawa Timur, dengan balita menjadi kelompok yang paling banyak terinfeksi.

Galang Mahesa

Penulis

17 September 2026
5 kali dibaca
Foto: Ilustrasi Influenza A pada anak (Getty Images/surachetkhamsuk)
Foto: Ilustrasi Influenza A pada anak (Getty Images/surachetkhamsuk)

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa penanganan terhadap peningkatan kasus Influenza A di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, tetap terjaga dengan baik di tingkat nasional. Pemerintah kini memperkuat pemantauan di fasilitas kesehatan yang menjadi titik sentinel untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa tren peningkatan kasus virus pernapasan yang terjadi menjelang akhir tahun merupakan hal yang biasa terjadi secara musiman. Namun, hasil surveilans menunjukkan bahwa anak-anak usia dini menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampak dari kenaikan kasus ini. "Kasus influenza yang terdeteksi tersebut mayoritas terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun, dengan proporsi mencapai 33 persen," jelas Aji saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Keadaan Fasilitas Kesehatan

Aji menegaskan bahwa meskipun terdapat peningkatan jumlah kunjungan pasien di beberapa rumah sakit, kondisi fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia tetap aman dan tidak mengalami kelebihan kapasitas. "Kenaikan tersebut juga diperkirakan tidak akan menjadi lonjakan signifikan," tambahnya.

Pentingnya Waspada dan Protokol Kesehatan

Pernyataan ini juga menegaskan apa yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dua hari sebelumnya, yang menyatakan bahwa penanganan Influenza A dapat dilakukan dengan pengobatan standar dan pemantauan yang ketat di daerah yang terdampak. Kemenkes mengimbau orang tua untuk lebih waspada terhadap gejala batuk dan demam pada anak-anak, serta untuk terus menerapkan protokol kesehatan dasar dan menjaga daya tahan tubuh.

Artikel Terkait