🔴 Breaking
Kesehatan

Waspadai Gejala Influenza A yang Dapat Menyebabkan Pneumonia

Kasus influenza tipe A menjadi sorotan di Surabaya, dengan anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. Peningkatan kasus di DKI Jakarta juga menjadi perhatian meskipun masih dalam batas normal.

Sabina Almira

Penulis

16 September 2026
4 kali dibaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Antonio_Diaz)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Antonio_Diaz)

Di Surabaya, Jawa Timur, kasus influenza tipe A saat ini menjadi perhatian serius, terutama di kalangan anak-anak yang dianggap paling rentan terhadap virus ini. Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr Reni Wigati, SpA(K), menjelaskan bahwa meskipun ada peningkatan kasus influenza di DKI Jakarta, untuk influenza tipe A, angkanya masih tergolong normal.

"Kalau kasus influenza, di kami karena pancaroba juga iya ada peningkatan. Kemudian kalau influenza A, kalau di RSAB masih dalam batas biasa, artinya belum ada peningkatan secara objektif," ungkap dr Reni saat ditemui di Jakarta Pusat pada Rabu, 16 September 2026.

Penyebaran Influenza A dan Dampaknya

Menurut dr Reni, penyebaran influenza A di Surabaya dapat terjadi karena adanya pemeriksaan rutin dengan panel virus. "Nah nanti makin ke sini, biasanya kalau influenza itu makin lama makin ke Barat. Jadi nanti kita tunggu ya, kalau Jakarta sudah meningkat," tambahnya.

Influenza A ini dapat menyerang sistem pernapasan, yang mencakup hidung, tenggorokan, dan paru-paru. "Kalau influenza A itu biasanya pasien itu gejalanya lebih berat, bahkan bisa sampai pneumonia. Sampai yang radang saluran pernapasan bawah, sampai ke paru-paru," jelasnya.

Peningkatan Kasus di Beberapa Wilayah

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi adanya kenaikan kasus influenza A di beberapa daerah di Indonesia. "Memang kita ada beberapa titik-titik yang kami lihat kenaikan influenza ini kami monitor. Saya dengar sih ada yang di Jawa Timur, di beberapa titik agak naik," kata Menkes saat ditemui di Jakarta Pusat pada Selasa, 15 September 2026.

Dia juga meminta agar tim dari P2P untuk memantau daerah-daerah yang mengalami peningkatan kasus tersebut, khususnya di wilayah yang teridentifikasi.

Artikel Terkait