Kotoran tikus yang ditemukan di berbagai sudut rumah seringkali hanya dibersihkan dengan cara disapu. Namun, metode ini tidak dianjurkan, terutama jika kotoran tersebut sudah kering. Sebelum melakukan pembersihan, ada langkah-langkah tertentu yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan.
Pentingnya Menggunakan Disinfektan
Menurut rekomendasi dari World Health Organization (WHO), area yang terpapar kotoran tikus sebaiknya disemprot dengan cairan disinfektan hingga benar-benar basah sebelum dibersihkan. Hal ini penting karena kotoran dan urine tikus yang mengering dapat bercampur dengan debu, sehingga saat disapu, partikel-partikel halus tersebut bisa terbang dan terhirup tanpa disadari. Oleh karena itu, U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO mengingatkan agar area yang terkena kotoran tikus dibasahi terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran partikel berbahaya.
Penggunaan disinfektan bertujuan untuk mengikat partikel, sehingga lebih mudah dibersihkan dan mengurangi risiko paparan. Selain itu, CDC juga menyarankan agar saat membersihkan, seseorang menggunakan sarung tangan untuk mengurangi kontak langsung dengan kotoran dan cairan disinfektan.
Efektivitas Disinfektan dalam Menurunkan Risiko Virus
Cairan disinfektan berfungsi dengan merusak lapisan luar mikroorganisme seperti virus dan bakteri, sehingga membuatnya tidak aktif. Disinfektan yang umum digunakan di rumah biasanya mengandung alkohol, hidrogen peroksida, atau senyawa pemutih seperti sodium hypochlorite. Beberapa produk juga mengandung senyawa amonium kuarterner yang efektif dalam membersihkan permukaan yang berisiko terkontaminasi, termasuk area yang terkena kotoran tikus.
Disarankan agar area yang terkena kotoran tikus disemprot hingga basah dan dibiarkan selama beberapa menit agar bahan aktif dalam disinfektan dapat bekerja dengan optimal. Meskipun demikian, penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label produk, karena setiap disinfektan memiliki konsentrasi dan cara penggunaan yang berbeda. Selain itu, disinfektan sebaiknya tidak terkena kulit dalam waktu lama dan harus digunakan di tempat yang memiliki ventilasi baik.
Risiko Paparan Disinfektan pada Kulit dan Saluran Pernapasan
Meskipun disinfektan efektif dalam membunuh kuman, kontak langsung dengan kulit tidak dianjurkan. Beberapa bahan aktif dapat menyebabkan iritasi, kulit kering, atau kemerahan, terutama pada kulit yang sensitif. Oleh karena itu, penggunaan sarung tangan sangat dianjurkan saat membersihkan area yang terpapar kotoran tikus.
Setelah selesai membersihkan, penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa cairan pembersih. Selain itu, uap dari disinfektan juga dapat mengganggu saluran pernapasan jika digunakan di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik.
Alternatif Pembersih Jika Disinfektan Tidak Tersedia
Jika tidak ada disinfektan khusus di rumah, beberapa cairan pembersih lantai dapat digunakan sebagai alternatif. Produk pembersih yang ditujukan untuk membunuh kuman dan aman digunakan pada permukaan rumah tangga dapat membantu membersihkan area yang terkena kotoran tikus. Namun, tetap penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang ada pada kemasan produk tersebut.
Dengan langkah-langkah yang tepat, pembersihan kotoran tikus dapat dilakukan dengan aman, sehingga risiko terkena hantavirus dapat diminimalisir.