🔴 Breaking
Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 BPOM Menyatakan Bogor-Depok Dalam Keadaan Darurat Penyalahgunaan Obat
Politik

Dialog Diplomatik China-Australia: Mendorong Multilateralisme dan Kerja Sama Regional

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengajak rekannya dari Australia, Penny Wong, untuk mendukung multilateralisme dalam Dialog Diplomatik dan Strategis di Beijing, menekankan pentingnya kerja sama da...

Eko Prasetyo

Penulis

30 April 2026
31 kali dibaca
Dialog Diplomatik China-Australia: Mendorong Multilateralisme dan Kerja Sama Regional
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong (kiri) bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) dalam putaran kedelapan Dialog Diplomatik dan Strategis China–Australia di Beijing pada Rabu (29/4). ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China.

Beijing (ANTARA) - Dalam putaran kedelapan Dialog Diplomatik dan Strategis yang berlangsung di Beijing pada Rabu (29/4), Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengajak Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, untuk bersama-sama mendukung multilateralisme. Wang Yi menekankan bahwa kedua negara perlu berdiri di pihak yang benar dalam sejarah dan berkontribusi pada sistem perdagangan bebas global serta stabilitas rantai pasokan.

Wang Yi menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kedua kementerian luar negeri telah berupaya mendorong pemulihan hubungan China-Australia. Dialog strategis ini diharapkan dapat meningkatkan saling percaya dan mengurangi perbedaan antara kedua negara. Ia juga mencatat bahwa situasi internasional saat ini ditandai oleh perubahan dan ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga kerja sama menjadi semakin penting.

Lebih lanjut, Wang Yi mengungkapkan kesiapan China untuk bekerja sama dengan Australia dalam mewujudkan konsensus yang telah disepakati oleh para pemimpin kedua negara. Ia mengajak kedua belah pihak untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi serta memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan demi menciptakan kepastian di kawasan dan dunia.

Wang Yi juga menekankan pentingnya pertukaran antarmasyarakat antara China dan Australia, serta berharap agar pemerintah kedua negara dapat meningkatkan pemahaman satu sama lain. Ia mengingatkan bahwa kerja sama dengan negara-negara kepulauan Pasifik harus didasarkan pada prinsip saling menghormati dan kesetaraan, tanpa menargetkan pihak ketiga.

Dalam konteks kepemimpinan APEC, Wang Yi menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan semua pihak, termasuk Australia, untuk merevitalisasi komunitas Asia-Pasifik. Ia juga menegaskan posisi China terkait isu Taiwan, menekankan bahwa pemisahan Taiwan dari China tidak akan pernah diizinkan.

Sementara itu, Penny Wong menyatakan komitmen Australia untuk mengembangkan hubungan dengan China dan berkomunikasi secara terbuka. Ia menegaskan bahwa Australia berpegang pada kebijakan satu China dan berharap isu Taiwan dapat diselesaikan secara damai. Wong juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama di bidang perdagangan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Wong menambahkan bahwa Australia mendukung China sebagai tuan rumah Pertemuan Informal para pemimpin APEC dan menolak pandangan bahwa negara-negara kepulauan Pasifik adalah 'halaman belakang' bagi negara mana pun. Ia menekankan bahwa China memiliki peran penting dalam penyelesaian isu-isu internasional yang krusial.

Diskusi antara Wang Yi dan Penny Wong juga mencakup situasi di Timur Tengah dan isu-isu lainnya. China merupakan mitra dagang terbesar Australia, dengan kontribusi signifikan terhadap perdagangan barang dan jasa kedua negara. Meskipun demikian, Australia memiliki pakta keamanan trilateral dengan Inggris dan Amerika Serikat yang dikenal sebagai AUKUS, yang telah menjadi sumber ketegangan dengan China.

Ke depan, diharapkan dialog ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat hubungan bilateral dan mengatasi tantangan yang ada, terutama dalam konteks dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait